Author Archives: perpusinfo

Pengaruh Promosi Perpustakaan di Media Sosial Instagram Terhadap Pemanfaatan Perpustakaan (Studi Pada Perpustakaan Politeknik Negeri Malang)

Category : Artikel

Promosi yang dilakukan perpustakaan terdapat berbagai macam cara seperti menggunakan fasilitas media sosial yang ada dan berkembang pada saat ini, seperti Facebook, Instagram, Twitter karena pemustaka kebanyakan sudah mempunyai dan menggunakan akun dari media sosial tersebut.
Perpustakaan Politeknik Negeri Malang yang memiliki berbagai macam koleksi dan fasilitas yang mendukung dalam proses menunjang kebutuhan informasi pemustaka. Maka dari itu digunakanlah media sosial seperti Instagram dalam menyampaikan informasi terkini kepada pemustaka yang bertujuan agar dapat meningkatkan kunjungan dan pemanfaatan koleksi dan fasilitas yang disediakan akan bermanfaat sebaik mungkin.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui tingkat pemanfaatan pada perpustakaan Politeknik Negeri Malang
Hasil dari penelitian ini berupa informasi mengenai promosi yang sudah dilakukan oleh pihak perpustakaan melalui media sosial instagram dapat mempengaruhi pemanfaatan perpustakaan di perpustakaan Politeknik Negeri Malang


Tingkat Keusangan Literatur Skripsi Akuntansi Manajemen Di Perpustakaan Politeknik Negeri Malang Tahun 2014-2015

Category : Artikel

Keusangan literatur dikaitkan dengan dokumen, dapat dianalogikan bahwa apabila dokumen yang telah usang berarti dokumen tersebut kurang dapat dimanfaatkan. keusangan dapat menjadi suatu indikator untuk mengetahui kemutakhiran literature dan kecepatan pertumbuhan literatur dan dengan sendirinya menunjukkan pertumbuhan bidang ilmu. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa semakin muda usia keusangan literatur suatu bidang ilmu maka semakin cepat perkembangan ilmu tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui tingkat keterpakaian koleksi umum pada perpustakaan Politeknik Negeri Malang
Hasil dari penelitian ini berupa informasi mengenai berapa persen tingkat keusangan literatur yang disitir oleh mahasiswa prodi akuntansi manajemen pada tahun 2014-2015 Politeknik sehingga dapat diketaui paro hidup dokumen dari skripsi tersebut.


Pelatihan dan Pemanfaatan E-Journal Ebsco

Category : Berita

Era kemajuan teknologi informasi yang disertai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, sarana penelusuran dan akses terhadap sumber-sumber informasi menjadi penting. Banyak informasi yang dapat di serap dan didapat, namun dalam konteks tertentu masyarakat juga membutuhkan suatu informasi yang bersifat ilmiah salah satunya melalui jurnal-jurnal maupun artikel penelitian.

Unit Perpustakaan sebagai pusat sumber informasi sudah mulai harus bergerak bukan hanya sebagai pusat sumber informasi yang dapat dikatakan hanya sekedar informasi, namun khususnya dilingkungan perpustakaan perguruan tinggi harusnya menjadi pusat sumber informasi yang bersifat ilmiah yang dapat diwadahi dengan tersedianya koleksi-koleksi jurnal maupun artikel penelitian. Dalam konteks yang lebih luas jurnal merupakan bagian penting dari koleksi perpustakaan yang menjadi kendaraan yang paling penting untuk komunikasi ilmiah global. Bagi kalangan civitas akademika sarana komunikasi ilmiah berupa jurnal tersebut merupakan hal yang pokok dan tidak bisa ditawar untuk bahan rujukan dalam membuat artikel, jurnal ilmiah. Hal tersebut juga merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2009 mengenai Dosen dan Peraturan Mendiknas Nomor 47 Tahun 2009 mengenai sertifikasi pendidik untuk dosen dimana memiliki tuntutan untuik mengumpulkan portofolio diantaranya meliputi berupa penelitian ilmiah. Bagi kalangan mahasiswa dalam menunjang tugas-tugas maupun laporan akhir. Hal tersebut juga merujuk pada tridhrama perguruan tinggi yaitu sebagai tempat pendidikan, penelitian dan pengabdian maka sarana komunikasi ilmiah pun sudah tidak bisa ditawar dan mutlak diperlukan.

Menjawab fenomena tersebut UPT Perpustakaan Politeknik Negeri Malang sebagai pusat sumber informasi dilingkungan civitas akademika Politeknik Negeri Malang mencoba menjawab dengan memberikan sarana fasilitas portal e-journal. Perpustakaan dalam hal ini mewadahi baik itu mahasiswa, karyawan dan dosen untuk dapat memanfaatkan layanan akses e-journal tersebut guna menunjang untuk akses sumber-sumber informasi yang bersifat ilmiah. Pada kesempatan tersebut yaitu pada 29 November 2018 pihak perpustakaan mengadakan suatu pelatihan bagi para dosen, karyawan dan utamanya para pustakawan untuk dapat memanfaatkan layanan e-journal salah satunya Ebsco yang baru dilanggan oleh pihak perpustakaan.

Acara pelatihan tersebut dihadiri oleh beberapa dosen, karyawan, pustakawan dan staf perpustakaan. Pelatihan tersebut dilakukan agar fasilitas yang telah diberikan oleh pihak perpustakaan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik dan diharapkan bagi para dosen khususnya dapat memberikan edukasi pemanfaatan jurnal tersebut kepada para mahasiswa dan bagi kalngan pustakawan maupun staf dapat memiliki pengetahuan sehingga dapat memberikan edukasi bagi para pengguna perpustakaan nantinya dalam melakukan akses e-journal tersebut. (Niz)


Semangat di Tahun 73 Indonesia Merdeka dan Bergerak Bersama Mewujudkan Generasi Melek Informasi… !!!

Category : Artikel

Teknologi dan informasi merupakan seperangkat kesatuan yang saling berhubungan khususnya di era sekarang ini yaitu abad informasi. Berbagai fenomena bermunculan dengan berbagai perkembangan dan dampak dari perkembangan teknologi informasi. Tak dapat dipungkiri bahwa salah satu implikasi yang tak terelakkan adalah munculnya suatu revolusi informasi yang kemudian melahirkan sebuah masyarakat dengan keadaan bahwa produksi, distribusi dan manipulasi informasi menjadi suatu kegiatan utama atau yang lebih dikenal dengan istilah masyarakat informasi.

Perpustakaan sebagai salah satu pusat sumber informasi memiliki berbagai tuntutan sejalan dengan perkembangan masyarakat informasi tersebut. Disisi lain pustakawan sebagai agen informasi didalamnya sebagai pemegang kunci bisakah perpustakaan mengatasi berbagai tuntutan tersebut. Salah satu wujud nyata adalah dengan mencoba membangun suatu pola pikir dan paradigma pengelolaan informasi dengan tidak mengesampingkan akan perkembangan-perkembangan teknologi yaitu dengan menerapkan teknologi-teknologi di perpustakaan baik itu untuk kemudahan dalam akses pengguna maupun kemudahan dalam proses pengelolaan.

Perlu diperhatikan aspek lain bahwa pustakawan disini bukan hanya sebagai pengelola unsur-unsur teknologi, data dan lain sebagainya. Namun jauh dari itu era masyarakat informasi ini pustakawan memiliki tugas moral sebagai agen informasi di mana pustakawan memiliki tanggung jawab bagaimana mereka dapat mencetak generasi-generasi era informasi ini dengan memiliki suatu kompetensi yaitu berupa melek informasi. Dengan semangat 45 periode 72 tahun Indonesia merdeka mari kita sebagai pustakawan agen informasi mulai membuka menset dan pola pikir bahwa kita bukan hanya terkpaku pada proses-proses teknis dalam dunia kepustakawanan, jauh dari itu mari kita bersama-sama mulai berusaha meningkatkan kompetensi generasi penerus menjadi generasi yang melek akan informasi. Hal ini dapat kita wujudkan dengan memberikan suatu pelatihan-pelatihan ketrampilan akses informasi kepada para penggua terhadap sumber yang relevan dengan kebutuhan mereka, merancang metode-metode baik berupa konsep ataupun produk yang diperuntukkan bagi pengguna sebagai kemudahan akses informasi, memberikan gagasan berupa rajin membuat karya tulis, penelitian dan sebagainya demi pengembangan keilmuan kepustakawanan khususnya yang berkaitan dengan bidang literasi informasi dan lain sebagainya. Jika semua itu dapat terwujud bukan tidak mungkin nantinya generasi penerus kedepannya akan lebih maju dan otomatis berdampak pada kemajuan negara Indonesia di mana mereka memiliki ide-ide kreatif dan selalu inovatif dengan kompetensi literasi informasi yang mereka miliki. (Niz)

 


Fenomena Cybercrime Sebagai Penyimpangan Gaya Hidup Generasi Virtual dan Peran Pustakawan

Category : Artikel

Kecanggihan teknologi informasi tak dapat dipungkiri bahwa perkembangannya semakin pesat seiring dengan perkembangan zaman. Salah satu implikasi yang tak terelakkan adalah munculnya suatu revolusi informasi yang kemudian melahirkan sebuah masyarakat informasi atau lebih dikenal dengan masyarakat virtual. Masyarakat virtual di sini merupakan suatu masyarakat yang dalam kehidupannya sangat familiar dengan teknologi informasi TI. Castells (2004: 3) mengemukakan bahwa fenomena yang terjadi tersebut yaitu tumbuh dan lahirnya masyarakat informasi sebagai awal akibat dari adanya suatu revolusi informasi dari kemajuan teknologi informasi tersebut juga telah membawa dampak pada perubahan ruang konvensional dalam interaksi menjadi ruang virtual dalam suatu masyarakat. Dalam kehidupannya masyarakat tidak canggung dengan penggunaan teknologi dalam membantu kehidupannya, bahkan dapat dikatakan mereka sangat bergantung akan teknologi tersebut.

Masayarakat era informasi atau masyarakat virtual ini sudah tidak asing dengan penggunaan teknologi-teknologi seperti iPad, handphone, internet dan perangkat TI yang lain. Dikalangan remaja atau generasi muda bahkan bukan hanya yang berada diperkotaan saja di daerah-daerahpun mereka kini telah mahir dan sangat familliar dengan saling berkirim SMS, chatting di dunia maya seperti melalui fasilitas facebook, twitter dan sebagainya. Aktivitas menelusur suatu informasi pun merupakan aktivitas keseharian yang semakin meluas dan berkembang. Menurut sumber dikemukakan bahwa Jumlah pengguna Internet di Indonesia tahun 2016 adalah 132,7 juta user atau sekitar 51,5% dari total jumlah penduduk Indonesia sebesar 256,2 juta (http://isparmo.web.id/2016/11/21/data-statistik-pengguna-internet-indonesia-2016/).

Sugihartati (2010: 11) mengemukakan berbeda dengan sarana hiburan lain salah satunya televisi yang bersifat pasif, dapat dikatakan bahwa penggunaan teknologi informasi (TI) seperti internet cenderung lebih bersifat aktif dan partisipatif. Tanpa disadari secara langsung bahwa dampak dari penggunaan teknologi informasi seperti internet tersebut secara intensif ternyata juga membawa suatu dampak dalam konteks pembahasan ini yaitu lebih pada dampak sosial yang ditimbulkan. Seorang remaja yang membuka dan mendaftarkan diri dalam sebuah akun di media sosial misalkan saja facebook, jika kita pelajari dan teliti lebih lanjut dapat dikatakan bahwa mereka bukan saja berpeluang untuk berelancar didunia maya untuk berkomunikasi dan berjejaring tetapi juga menjalin sebuah ke intiman di dunia maya. Kebanyakan bahkan sebagian besar dari mereka tidak memperhitungkan resiko dan dampak yang timbul jika hubungan tersebut dilakukan secara langsung dan personal melalui dunia nyata.

Realita yang sudah sering terjadi khususnya dikalangan remaja yaitu pada waktu kegiatan belajar para remaja sudah merasa sangat jenuh apabila belajar sudah dalam hitungan satu, dua jam namun dalam berselancar didunia maya selama berjam-jam itu tak terasa bahkan sampai lupa waktu. Berdasar pada realita sebagaimana diketahui sering terekspose pada berbagai berita bahwa penggunaan TI secara berlebih selain dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk menipu dan menjaring remaja untuk dijadikan korban trafficking. Kecenderungan remaja untuk memanfaatkan TI dan berselancar didunia maya juga berdampak pada kontra produktif bagi kondisi ekonomi dan kegiatan belajar mereka. Bahkan dari segi psikologis keterlibatan remaja dalam penggunaan internet yang berlebihan juga ditenggarai sebagai pemicu timbulnya pengaruh negatif terutama ketika mereka memanfaatkan fasilitas internet untuk mengakses informasi yang kurang sesuai dengan usia mereka seperti mengakses situs-situs porno, bahkan yang begitu ramai dan menjadi tranding topik yaitu dengan melakukan tindak kejahatan cybercrime. Tindak kejahatan cybercrime ini banyak dilakukan oleh mereka bukan hanya karena  ingin melakukan tindak kejahatan saja, namun tindak kejahatan tersebut merupakan tindak kejahatan yang membutuhkan suatu keahlian akan kecanggihan teknologi informasi. Berbagai kalangan dapat melakukan tindak kejahatan tersebut, sebagaimana kasus peretasan situs jual beli tiket online PT Global Networking yang telah terjadi akhir-akhir ini. Kasus tersebut cukup membuat kita sedikit mengelus dada bahwa ternyata pelaku tersebut bukanlah orang dewasa melainkan adalah seorang anak SMP yang masih di bawah umur.

Perpustakaan sebagai pusat sumber informasi dan pustakawan sebagai patner pendidik dalam hal ini memiliki peran sentral. Pustakawan haruslah merubah pola paradigma bahwa tugas pokok bukan hanya sekedar mengolah koleksi ataupun pekerjaan-pekerjaan teknis yang setiap hari dilakukan. Jauh dari itu sebagai patner pendidik pustakawan sangat perlu khususnya dalam ruang lingkup pendidikan dengan memberikan sumbangsih berupa pelatihan serta memberikan nilai-nilai pendidikan karakter. Hal tersebut dapat dilakukan misalkan melalui pendidikan literasi khususnya literasi ICT pada kalangan remaja agar mereka tidak sampai melakukan penyalah gunaan kecanggihan teknologi seperti cybercrime. (Niz)

Daftar Pustaka

Castells, Manuel. The Network Society:a cross-cultural perspective Massachutsetts:Edwar Elgar Publishing, 2004.

Rahma Sugihartati. Masyarakat Informasi dan Nergeneration. Jakarta: Prenata Media, 2011.

Sugihartati, Rahma. “Generasi Virtual: Gaya Hidup dan Dampak Sosialnya”. Palimset:Jurnal Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan, No.1 Th. 1. 2 Desember- Mei 2010.

 


AUDIT INTERNAL UPT PERPUSTAKAAN POLINEMA 2017

Category : Berita

 

UPT Perpustakaan Politeknik Negeri Malang sebagai pusat sumber informasi bagi seluruh civitas akademika Politeknik Negeri Malang dan masyarakat pada umumnya selalu berusaha melakukan upaya demi peningkatan pelayanan secara continue. Salah satu upaya dengan di tunjang oleh Politeknik Negeri Malang sebagai lembaga induk menyelenggarakan tahunan rutin berupa audit internal perpustakaan yang meliputi beberapa indikator penilaian.

Kegiatan audit internal perpustakaan dilaksanakan pada senin, 16 Oktober 2017. Tim audit Intenal-KJM yang dipimpin oleh Bapak Drs. Abdulah Mas’ud MT dan Bapak Moch. Sholeh, ST., MT mengunjungi dan melakukan audit internal ke UPT Perpustakaan Politeknik Negeri Malang.

Secaera keseluruhan proses audit berjalan dengan lancar  seluruh jajaran staf mempersiapakn mengenai apa yang diperlukan guna menunjang data-data dalam penilaian indikator audit. Bebebrapa poin sejauh ini sudah terpenuhi dan dilaksanakan di perpustakaan adapun beberapa poin yang belum terpenuhi ke depan perpustakaan masih terus untuk mengupayakan. Hal tersebut juga sebagai penunjang institusi Politeknik Negeri Malang dalam proses akreditasi. Dengan adanya audit internal diharapkan nantinya UPT Perpustakaan Politeknik Negeri Malang dapat terus berupaya secara berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada civitas akademika.

 

 

 


Layanan Akses e-Journal Ebsco

Category : Berita

Sebagai implementasi dari jalinan kerjasama institusi politeknik dengan Kemenristekdikti salah satunya dilakukan dengan membangun akses informasi. Perpustakaan sebagai ujung tombak dan peranan dalam mengelola knowledge yang tergabung dalam perpustakaan politeknik negeri mencoba mengimplementasikan dalam bentuk kerjasama dalam ruang lingkup yang bersifat informatif.

Pada tahun 2017 ini UPT Perpustakaan Politeknik Negeri Malang bekerjasama dengan Kemenristekdikti mencoba melakukan jalinan kerjasama melakukan pelayanan akses e-journal kepada para pengguna secara free. Sebagai produk portal e-journal yang digandeng dalam hal ini adalah EBSCO. EBSCO sendiri merupakan salah satu portal jurnal yang dapat dimanfaatkan dan cukup berkualitas dengan kontennya yang terdiri dari beberapa subdisiplin ilmu.

Secara teknik Pengguna UPT Perpustakaan Politeknik Negeri Malang dapat memanfaatkan layanan akses e-journal EBSCO secara free melalui UPT Perpustakaan Politeknik Negeri Malang dengan panduan sebagai berikut–> klik.

(Niz)

 

 

 


Informasi Format Pengumpulan File Karya Akhir Mahasiswa

Category : Berita

PENGUMUMAN NO. 036/PL2.UPT.PERPUS/KM/2017

Menindak lanjuti kebijakan perpustakaan dalam rangka pengelolaan institutional repository khususnya mengenai konten karya akhir mahasiswa, diberitahukan kepada seluruh civitas akademik khususnya yang sedang atau akan mengerjakan Tugas Akhir (D3), Skripsi (D4) dan Tesis (S2) kami informasikan Format Pengumpulan Hard Copy dan Soft Copy sebagai syarat untuk mendapatkan tanda tangan bebas tanggungan dari UPT. Perpustakaan adalah sebagai berikut:

Ketentuan Pengumpulan Laporan Akhir Mahasiswa

Sistem Pelayanan Berbasis Media Sosial

Category : Berita

Melihat begitu masifnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang telah menjamah ke berbagai kalangan salah satunya termasuk kalangan civitas akademika perguruan tinggi. Akses informasi telah mengalami banyak perubahan dari yang serba tercetak telah berkembang menuju informasi dengan akses secara virtual salah satunya dengan jenis media sosial yang antara lain seperti facebook, twitter, instagram (IG). . Perpustakaan sebagai pusat informasi memiliki tuntutan menyediakan akses informasi dalam mewadahi kebutuhan para pengguna, salah satunya adalah perpustakaan perguruan tinggi di mana memiliki tugas sebagai sarana akses pusat sumber informasi bagi seluruh civitas akademika yang dinaunginya.

UPT Perpustakaan Politeknik Negeri Malang dalam rangka mewadahi kebutuhan para pengguna dalam akses informasi yang kaitannya dengan layanan, prosedur maupun informasi-informasi yang terkait dengan perpustakaan mencoba menerapkan layanan informasi dengan berbasis pada media sosial. Beberapa media sosial yang coba dilakukan penerapan oleh UPT. Perpustakaan Politeknik Negeri Malang antara lain seperti facebook, twitter dan instagram (IG). Beberapa pertimbangkan untuk menggunakan beberapa media sosial tersebut karena media tersebut cukup populer khususnya di kalangan para mahasiswa sekarang ini. Untuk mengakses berbagai media sosial tersebut pengguna cukup mudah yaitu dengan mengunjungi:

a. facebook: UPT. Perpustakaan Politeknik Negeri Malang

b. twitter: polinemalibrary

c. instagram (IG): polinemalibrary

Berbagai pengumuman mengenai layanan, prosedur yang berhubungan dengan administrasi perpustakaan dapat diakses melalui media sosial tersebut.(Niz)

 


Memperingati Hari Down Syndrome

Category : Artikel

WORLD Down Syndrome Day (WDSD) diperingati setiap 21 Maret. Pada hari ini, organisasi down sindrome di seluruh dunia mengadakan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kesadaran publik akan Down Syndrome. Dipilihnya tanggal tersebut oleh Down Syndrome International (DSI) sesuai dengan keunikan Down syndrome dalam triplication (trisomy) dari 21 kromosom. Ide ini awalnya diajukan oleh Stylianos E. Antonarakis, seorang dokter ahli genetika dari University of Geneva Medical School, dan dengan antusias diadopsi oleh ART21. Acara peringatan pertama kali diadakan pada 21 Maret 2006 di Geneva. Pengenalan WDSD juga diluncurkan pada 21 Maret 2006 di Singapura oleh Down Syndrome Association.(int)

Kelainan yang berdampak pada keterbelakangan pertumbuhan fisik dan mental ini pertama kali dikenal pada tahun 1866 oleh Dr.John Longdon Down. Karena ciri-ciri yang tampak aneh seperti tinggi badan yang relative pendek, kepala mengecil, hidung yang datar menyerupai orang Mongoloid maka sering juga dikenal dengan mongolisme. Pada tahun 1970an para ahli dari Amerika dan Eropa merevisi nama dari kelainan yang terjadi pada anak tersebut dengan merujuk penemu pertama kali sindrom ini dengan istilah sindrom Down dan hingga kini penyakit ini dikenal dengan istilah yang sama.

Gejala yang muncul akibat sindrom down dapat bervariasi mulai dari yang tidak tampak sama sekali, tampak minimal sampai muncul tanda yang khas. Penderita dengan tanda khas sangat mudah dikenali dengan adanya penampilan fisik yang menonjol berupa bentuk kepala yang relatif kecil dari normal (microchephaly) dengan bagian anteroposterior kepala mendatar. Pada bagian wajah biasanya tampak sela hidung yang datar, mulut yang mengecil dan lidah yang menonjol keluar (macroglossia). Seringkali mata menjadi sipit dengan sudut bagian tengah membentuk lipatan (epicanthal folds). Tanda klinis pada bagian tubuh lainnya berupa tangan yang pendek termasuk ruas jari-jarinya serta jarak antara jari pertama dan kedua baik pada tangan maupun kaki melebar. Penyandang sindroma down hidup dengan keterbatasan intelektual, masalah perilaku, dan sosialisasi. Kendala itulah yang menjadi penyulit utama mereka dalam menatap masa depan.

Banyak orang tua yang menganggap latihan yang sudah terprogram secara ilmiah terlalu memakan waktu dan lamban kelihatan hasilnya. Tidak sedikit orang tua tidak tergoda dengan segala yang instan dalam pengasuhan anak sindroma down. “Logikanya, tiap pencapaian bisa diraih setelah mengikuti urut-urutan tahap perkembangan.” Senam otak misalnya, pelatihan ini tak jauh berbeda dengan terapi yang dirumuskan secara ilmiah. “Silakan saja diikuti namun jangan tergiur dengan iming-iming keuntungannya untuk kemampuan otak anak sindroma down,”
Penyandang sindroma down diketahui mengalami retardasi mental antara ringan hingga sedang. Kisaran IQ-nya 30 sampai 69. “Rata-rata IQ-nya 60 sampai 69,” Dengan karakteristik seperti itu, penyandang sindroma down memerlukan pelatihan yang berulang bahkan untuk mengerjakan sesuatu yang sederhana. Kenyataan itu sekaligus menunjukkan potensi mereka. “Anak-anak nantinya bisa memiliki keunggulan di bidang pekerjaan yang sederhana dan berulang.”

Fakta itu tidak muncul untuk membuat orang tua berkecil hati. Sebaliknya, ayah dan bunda justru diajak untuk objektif terhadap kondisi anak. “Dengan sungguh-sungguh mendidiknya, anak akan berkembang optimal meski ia berbeda dengan anak reguler,” Target orang tua semestinya juga berujung pada kebahagiaan anak. Dia harus menjadi pribadi yang memiliki harga diri, mandiri, mempunyai keterampilan fungsional dan sosial, serta tidak membebani masyarakat. “Kelak ketika usia dewasa, ia dapat bekerja di bidang yang sederhana agar dapat bermanfaat dan bermasyarakat.”

Hari Sindrom Down Sedunia merupakan hari istimewa bagi mereka yang menghadapi sindrom Down di seluruh dunia. Hari itu disambut pada 21 Maret setiap tahun dengan berbagai pelaksanaan aktivitas dan acara bagi meningkatkan kesedaran awam terhadap hak dan kesejahteraan kepada mereka yang mengalami penyakit ini.

|Sumber: Hari-hari Besar Internasional, ms.wikipedia.org, koranmakassaronline.com.


Kategori

Bahasa

English German Dutch

Japanese Arabic