Author Archives: perpus artikel

  • -

Fenomena Cybercrime Sebagai Penyimpangan Gaya Hidup Generasi Virtual dan Peran Pustakawan

Category : Artikel

Kecanggihan teknologi informasi tak dapat dipungkiri bahwa perkembangannya semakin pesat seiring dengan perkembangan zaman. Salah satu implikasi yang tak terelakkan adalah munculnya suatu revolusi informasi yang kemudian melahirkan sebuah masyarakat informasi atau lebih dikenal dengan masyarakat virtual. Masyarakat virtual di sini merupakan suatu masyarakat yang dalam kehidupannya sangat familiar dengan teknologi informasi TI. Castells (2004: 3) mengemukakan bahwa fenomena yang terjadi tersebut yaitu tumbuh dan lahirnya masyarakat informasi sebagai awal akibat dari adanya suatu revolusi informasi dari kemajuan teknologi informasi tersebut juga telah membawa dampak pada perubahan ruang konvensional dalam interaksi menjadi ruang virtual dalam suatu masyarakat. Dalam kehidupannya masyarakat tidak canggung dengan penggunaan teknologi dalam membantu kehidupannya, bahkan dapat dikatakan mereka sangat bergantung akan teknologi tersebut.

Masayarakat era informasi atau masyarakat virtual ini sudah tidak asing dengan penggunaan teknologi-teknologi seperti iPad, handphone, internet dan perangkat TI yang lain. Dikalangan remaja atau generasi muda bahkan bukan hanya yang berada diperkotaan saja di daerah-daerahpun mereka kini telah mahir dan sangat familliar dengan saling berkirim SMS, chatting di dunia maya seperti melalui fasilitas facebook, twitter dan sebagainya. Aktivitas menelusur suatu informasi pun merupakan aktivitas keseharian yang semakin meluas dan berkembang. Menurut sumber dikemukakan bahwa Jumlah pengguna Internet di Indonesia tahun 2016 adalah 132,7 juta user atau sekitar 51,5% dari total jumlah penduduk Indonesia sebesar 256,2 juta (http://isparmo.web.id/2016/11/21/data-statistik-pengguna-internet-indonesia-2016/).

Sugihartati (2010: 11) mengemukakan berbeda dengan sarana hiburan lain salah satunya televisi yang bersifat pasif, dapat dikatakan bahwa penggunaan teknologi informasi (TI) seperti internet cenderung lebih bersifat aktif dan partisipatif. Tanpa disadari secara langsung bahwa dampak dari penggunaan teknologi informasi seperti internet tersebut secara intensif ternyata juga membawa suatu dampak dalam konteks pembahasan ini yaitu lebih pada dampak sosial yang ditimbulkan. Seorang remaja yang membuka dan mendaftarkan diri dalam sebuah akun di media sosial misalkan saja facebook, jika kita pelajari dan teliti lebih lanjut dapat dikatakan bahwa mereka bukan saja berpeluang untuk berelancar didunia maya untuk berkomunikasi dan berjejaring tetapi juga menjalin sebuah ke intiman di dunia maya. Kebanyakan bahkan sebagian besar dari mereka tidak memperhitungkan resiko dan dampak yang timbul jika hubungan tersebut dilakukan secara langsung dan personal melalui dunia nyata.

Realita yang sudah sering terjadi khususnya dikalangan remaja yaitu pada waktu kegiatan belajar para remaja sudah merasa sangat jenuh apabila belajar sudah dalam hitungan satu, dua jam namun dalam berselancar didunia maya selama berjam-jam itu tak terasa bahkan sampai lupa waktu. Berdasar pada realita sebagaimana diketahui sering terekspose pada berbagai berita bahwa penggunaan TI secara berlebih selain dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk menipu dan menjaring remaja untuk dijadikan korban trafficking. Kecenderungan remaja untuk memanfaatkan TI dan berselancar didunia maya juga berdampak pada kontra produktif bagi kondisi ekonomi dan kegiatan belajar mereka. Bahkan dari segi psikologis keterlibatan remaja dalam penggunaan internet yang berlebihan juga ditenggarai sebagai pemicu timbulnya pengaruh negatif terutama ketika mereka memanfaatkan fasilitas internet untuk mengakses informasi yang kurang sesuai dengan usia mereka seperti mengakses situs-situs porno, bahkan yang begitu ramai dan menjadi tranding topik yaitu dengan melakukan tindak kejahatan cybercrime. Tindak kejahatan cybercrime ini banyak dilakukan oleh mereka bukan hanya karena  ingin melakukan tindak kejahatan saja, namun tindak kejahatan tersebut merupakan tindak kejahatan yang membutuhkan suatu keahlian akan kecanggihan teknologi informasi. Berbagai kalangan dapat melakukan tindak kejahatan tersebut, sebagaimana kasus peretasan situs jual beli tiket online PT Global Networking yang telah terjadi akhir-akhir ini. Kasus tersebut cukup membuat kita sedikit mengelus dada bahwa ternyata pelaku tersebut bukanlah orang dewasa melainkan adalah seorang anak SMP yang masih di bawah umur.

Perpustakaan sebagai pusat sumber informasi dan pustakawan sebagai patner pendidik dalam hal ini memiliki peran sentral. Pustakawan haruslah merubah pola paradigma bahwa tugas pokok bukan hanya sekedar mengolah koleksi ataupun pekerjaan-pekerjaan teknis yang setiap hari dilakukan. Jauh dari itu sebagai patner pendidik pustakawan sangat perlu khususnya dalam ruang lingkup pendidikan dengan memberikan sumbangsih berupa pelatihan serta memberikan nilai-nilai pendidikan karakter. Hal tersebut dapat dilakukan misalkan melalui pendidikan literasi khususnya literasi ICT pada kalangan remaja agar mereka tidak sampai melakukan penyalah gunaan kecanggihan teknologi seperti cybercrime. (Niz)

Daftar Pustaka

Castells, Manuel. The Network Society:a cross-cultural perspective Massachutsetts:Edwar Elgar Publishing, 2004.

Rahma Sugihartati. Masyarakat Informasi dan Nergeneration. Jakarta: Prenata Media, 2011.

Sugihartati, Rahma. “Generasi Virtual: Gaya Hidup dan Dampak Sosialnya”. Palimset:Jurnal Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan, No.1 Th. 1. 2 Desember- Mei 2010.

 


  • 0

Hari TNI AU

Category : Artikel

Sejarah lahirnya TNI AU bermula dari pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada Tanggal 23 Agustus 1945, guna memperkuat Armada Udara yang saat itu sangat kekurangan pesawat terbang dan fasilitas-fasilitas lainnya. Sejalan dengan perkembangannya berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), pada tanggal 5 Oktober 1945 dengan nama TKR jawatan penerbangan di bawah Komodor Udara Soerjadi Soerjadarma.

Pada tanggal 23 Januari 1946 TKR ditingkatkan lagi menjadi TRI, sebagai kelanjutan dari perkembangan tunas Angkatan Udara, maka pada tanggal 9 April 1946, TRI jawatan penerbangan dihapuskan dan diganti dengan Angkatan Udara Republik Indonesia, kini diperingati sebagai hari lahirnya TNI AU yang diresmikan bersamaan dengan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Salah satu Sejarah monumental yang selalu diperingati jajaran TNI AU tiap tahun adalah apa yang dinamakan Hari Bhakti TNI AU. Peringatan Hari Bhakti TNI AU, dilatar belakangi oleh dua peristiwa yang terjadi dalam satu hari pada 29 Juli 1947. Peristiwa Pertama, pada pagi hari, tiga kadet penerbang TNI AU masing-masing Kadet Mulyono, Kadet Suharnoko Harbani dan Kadet Sutarjo Sigit dengan menggunakan dua pesawat Cureng dan satu Guntei berhasil melakukan pengeboman terhadap kubu-kubu pertahanan Belanda di tiga tempat, masing-masing di kota Semarang, Salatiga, dan Ambarawa.

Peristiwa Kedua, jatuhnya pesawat DAKOTA VT-CLA yang megakibatkan gugurnya tiga perintis TNI AU masing-masing Adisutjipto, Abdurahman Saleh dan Adisumarmo. Pesawat Dakota yang jatuh di daerah Ngoto, selatan Yogyakarta itu, bukanlah pesawat militer, melainkan pesawat sipil yang disewa oleh pemerintah Indonesia untuk membawa bantuan obat-obatan Palang Merah Malaya.

Penembakan dilakukan oleh dua pesawat militer Belanda jenis Kittyhawk, yang merasa kesal atas pengeboman para kadet TNI AU pada pagi harinya. Untuk mengenang jasa-jasa dan pengorbanan ketiga perintis TNI AU tersebut, sejak Juli 2000, di lokasi jatuhnya pesawat Dakota VT-CLA (Ngoto) telah dibangun sebuah monumen perjuangan TNI AU dan lokasi tersebut juga dibangun tugu dan relief tentang dua peristiwa yang melatar belakanginya. Di lokasi monumen juga dibangun makam Adisutjipto dan Abdurachman Saleh beserta istri-istri mereka.

PESAWAT MERAH PUTIH PERTAMA

Hari itu 27 Oktober 1945, sehari menjelang peringatan 17 tahun Sumpah Pemuda, di Pangkalan Maguwo, Yogyakarta terlihat ada kesibukan. Nampak para teknisi sedang berada di sekitar sebuah pesawat Cureng yang bertanda bulat Merah Putih, mempersiapkan segala sesuatunya untuk sebuah penerbangan yang direncanakan. Mereka menginginkan sebuah pesawat Merah Putih terbang hari itu, untuk membangkitkan Sumpah Pemuda.

Komodor Udara Agustinus Adisutjipto, yang lebih dikenal dengan sebutan Pak Adi, adalah satu-satunya penerbang Indonesia yang berada di Pangkalan Maguwo. Hari itu, Pak Adi akan terbang bersama Cureng Merah Putih. Upaya itu membawa hasil.

Pak Adi membawa terbang Pesawat Cureng Merah Putih tersebut berputar-putar di Angkasa Pangkalan Maguwo disaksikan dengan rasa kagum oleh seluruh anggota pangkalan yang berada dibawah. Itulah awal mula sebuah pesawat Indonesia bertanda Merah Putih terbang di angkasa Indonesia yang merdeka.

KSAU DARI MASA KE MASA

     
Laksamana Udara
Soerjadi Soerjadarma
9/04/1946 – 19/01/1962
Laksamana Madya
Omar Dani
19/01/1962 – 24/11/1965
Laksamana Muda
Sri Mulyono Herlambang
27/11/1965 – 31/03/1966
     
Laksamana Udara
Roesmin Noerjadin
31/03/1966 – 10/11/1969
 Marsekal TNI
Soewoto Sukendar
10/11/1969 – 28/03/1973
 Marsekal TNI
Saleh Basarah
28/03/1973 – 4/06/1977
     
Marsekal TNI
Ashadi Tjahyadi
4/06/1977 – 26/11/1982
Marsekal TNI
Soekardi
26/11/1982 – 11/04/1986
Marsekal TNI
Oetomo
11/04/1986 – 1/03/1990
     
Marsekal TNI
Siboen Dipoatmodjo
1/03/1990 – 23/03/1993
Marsekal TNI
Rilo Pambudi
23/03/1993 – 15/03/1996
Marsekal TNI
Sutria Tubagus
15/03/1996 – 3/07/1998
     
Marsekal TNI
Hanafie Asnan
3/07/1998 – 25/04/2002
Marsekal TNI
Chappy Hakim
25/04/2002 – 23/02/2005
Marsekal TNI
Djoko Suyanto
23/02/2005 – 15/02/2006
     
Marsekal TNI
Herman Prayitno
15/02/2006 – 28/12/2007
Marsekal TNI
Subandrio
28/12/2007 – 9/11/2009
Marsekal TNI
Imam Sufaat
9/11/2009 – 17/12/2012
   
Marsekal TNI
I.B. Putu Dunia
17/12/2012 – 02-01-2015
Marsekal TNI
Agus Suprianta
02-01-2015 – Sekarang

Sumber: https://tni-au.mil.id/content/sejarah-tni-angkatan-udara


  • 0

Selamat Hari Balita dan Anak-anak

Category : Artikel

Halo anak-anak  seluruh Indonesia!

Selamat Hari Balita dan Anak-anak!

Cikal muda, tunas pembaharu bangsa adalah aset yang harus kita jaga. Namun nasib balita dan anak-anak Indonesia masih perlu diperhatikan; busung lapar, berbagai penyakit lainnya hingga pendidikan kesehatan yg kurang adalah sekian dari banyaknya masalah yg harus kita selesaikan.

So, selamat tanggal 8! Yuk kita memperingati dengan menggagas dan upaya nyata!


  • 0

Hari Kesehatan Dunia

Category : Artikel

 

Hari Kesehatan Dunia dirayakan setiap tahun pada tanggal 7 April dan didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pada tahun 1948, Organisasi Kesehatan Dunia mengadakan Majelis Kesehatan Dunia Pertama. Majelis ini memutuskan merayakan Hari Kesehatan Dunia pada tanggal 7 April setiap tahunnya mulai 1950. Hari Kesehatan Dunia diselenggarakan untuk memperingati pendirian WHO dan dipandang sebagai kesempatan menarik perhatian dunia untuk menyadari masalah-masalah besar kesehatan global setiap tahunnya.WHO menyelenggarakan acara di tingkat internasional, regional, dan lokal pada hari ini tergantung temanya. Sumber daya yang disediakan cukup hingga beberapa hari setelah 7 April, tanggal yang ditetapkan untuk merayakan Hari Kesehatan Dunia.

Hari Kesehatan Dunia diakui oleh berbagai organisasi pemerintah dan non-pemerintah yang memiliki kepentingan dalam masalah kesehatan publik. Mereka juga mengadakan aktivitas dan menyatakan dukungan mereka di media, seperti siaran pers oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Rodham Clinton dan Global Health Council.

Tema Hari Kesehatan Dunia

  • 2013: Tekanan Darah Tinggi
  • 2012: Kesehatan yang baik menambah masa hidup
  • 2011: Kekebalan anti-mikroba: Tanpa aksi hari ini, tidak ada kesembuhan besok
  • 2010: Urbanisasi dan kesehatan: Ciptakan kota yang lebih sehat
  • 2009: Selamatkan jiwa. Jagalah Rumah Sakit saat Keadaan Darurat
  • 2008: Lindungi kesehatan dari efek merugikan perubahan iklim
  • 2007: Keamanan kesehatan internasional
  • 2006: Kerja sama untuk kesehatan
  • 2005: Jadikan setiap ibu dan anak berharga
  • 2004: Keselamatan jalan
  • 2003: Bentuk Masa Depan Kehidupan: Lingkungan Sehat untuk Anak
  • 2002: Gerakan Kesehatan
  • 2001: Kesehatan Jiwa: Hentikan Pengucilan, Pedulilah
  • 2000: Darah yang Sehat Dimulai dari Saya
  • 1999: Penuaan Aktif Membuat Perubahan
  • 1998: Ibu yang Sehat
  • 1997: Perkembangan Penyakit Menular
  • 1996: Kota Sehat untuk Kehidupan yang Lebih Baik
  • 1995: Penghapusan Polio Global

Setiap tahun, tanggal 7 April diperingati oleh seluruh masyarakat di dunia sebagai Hari Kesehatan Sedunia. Tahun ini, tema global HKS 2017 adalah “Depression: Let’s Talk” dengan tema nasional adalah “Depresi: Yuk Curhat!”.

Depresi adalah sebuah keadaan yang memiliki gejala berupa rasa sedih yang berkepanjangan dan hilangnya minat untuk melakukan kegiatan yang biasa disukai, diikuti penurunan kemampuan menjalankan kegiatan yang biasa dilakukan. “Segala macam situasi bisa menyebabkan depresi. Depresi dapat terjadi pada siapapun, dalam usia berapapun. İni perlu kita sosialisasikan agar kita bisa lebih menyadari gejala depresi yang dialami”, ujar Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, dr. H.M. Subuh, MPPM, pada kegiatan Temu Media di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan (6/4).

Pada kesempatan yang sama, perwakilan WHO untuk İndonesia, Dr. Jihane Tawilah, menyatakan bahwa situasi depresi seringkali dianggap sekedar perubahan suasana hati (mood). Padahal, depresi merupakan real disease atau masalah kesehatan masyarakat yang nyata namun dapat diobati. Masalah depresi pada kenyataannya merupakan masalah yang sangat besar yang terjadi di tingkat global, termasuk Indonesia. Depresi kerap tampak dalam bentuk gangguan tidur, perubahan nafsu makan, perasaan bersalah atau tidak berguna, lelah berkepanjangan, bahkan pemikiran menyakiti diri sendiri. Meskipun depresi mempengaruhi semua kelompok demografis, remaja dan usia dewasa muda adalah kelompok yang kerap mengalaminya, begitu juga wanita dalam usia produktif (terutama setelah melahirkan) dan yang berusia 60 tahun.

“Diperkirakan sebanyak 4% dari total populasi mengalami gejala depresi. Kondisi ini berkorelasi karena memperparah beberapa penyakit tidak menular seperti, diabetes, penyakit jantung, bahkan stroke. Untuk itulah depresi perlu diketahui, perlu disadari agar dapat dikelola dan ditanggulangi (treatable)”, imbuhnya. Sebuah fakta yang perlu diketahui, bahwa depresi yang berlarut-larut dan tidak ditangani, dapat mengantarkan pada tindakan bunuh diri. Hampir 800.000 kematian akibat bunuh diri terjadi setiap tahun terjadi di dunia atau dengan kata lain setiap 40 detik, seorang meninggal karena bunuh diri.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Kesehatan_Sedunia, http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20170406/1320380/hari-kesehatan-sedunia-2017-fokus-cegah-depresi/

 


  • 0

Hari Nelayan Indonesia

Category : Artikel

Sudahkah anda tahu bahwa setiap tanggal 6 April diperingati sebagai Hari Nelayan Nasional? Mungkin kita sendiri tidak menyadari bahwa setiap tanggal 6 April diperingati sebagai Hari Nelayan Nasional. Menurut situs Wikipedia, pada tanggal 6 April setiap tahunnya konon para nelayan di Pelabuhan Ratu Sukabumi mengadakan berbagai aktivitas yang meriah seperti pesta rakyat, ritual adat, lomba-lomba dan sebagainya. Tidak salah jika kita memperingati hari Nelayan Nasional karena sebgian besar penduduk Indonesia berprofesi sebagai nelayan. Bukan pesta yang menghambur-hamburkan uang semata tetapi sebagai momentum untuk mengangkat harkat dan martabat mereka sebagai nelayan “sang pahlawan protein bangsa”.Peringatan hari nelayan juga bisa mendatangkan sumber pendapatan tambahan bagi mereka melalui kegiatan yang menarik dan atraktif yang mampu mengundang wisatawan. Hari Nelayan Nasional seyogyanya membangkitkan awareness kita terhadap kesejahteraan mereka. Menurut data BPS (2000), nelayan dan masyarakat pesisir termasuk dalam kelompok masyarakat termiskin di tanah air.

Peringatan Hari Nelayan merupakan penghargaan tertinggi dari pemerintah untuk nelayan. Sebanyak 60 persen, penduduk Indonesia berada di pesisir. Kepala Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjelaskan essensi dari peringatan Hari Nelayan adalah bagian dari kearifan lokal nelayan Indonesia kepada alam.

Indonesia merupakan negeri kepulauan yang besar. Gugusan kepulauan Indonesia terbentang sebanyak 17.508 pulau. Sementara posisi Indonesia tepat berada pada letak yang strategis yaitu diapit oleh dua benua, yaitu Asia dan Australia dan dua samudera, Hindia dan Pasifik. Kondisi yang demikian menjadikan wilayah Indonesia didominasi oleh wilayah perairan dan merupakan negara dengan garis pantai terpanjang ke dua di dunia setelah Kanada, dengan panjang pantai 95.191 km. Oleh karena itu, selain mayoritas rakyat Indonesia bekerja sebagai petani, rakyat Indonesia juga bekerja pada sektor nelayan, khususnya masyarakat yang hidup di wilayah pesisir.

Sebagai salah satu sektor produktif dan merupakan salah satu sumber kemakmuran bangsa, nelayan sudah sepatutnya diberikan jaminan kesejahteraan dan dilepaskan dari kemiskinan akut yang selama ini membelenggu. Semangat untuk mengangkat derajat nelayan dahulu sempat mengemuka, beriring dengan semangat kemandirian dan kedaulatan negara, sehingga kemudian munculah penetapan bahwa 06 April adalah harinya nelayan Se-Indonesia.

Hingar bingar kedaulatan nelayan atas laut seperti hilang tertelan zaman. Kondisi nelayan Indonesia saat ini masih terus dirundung permasalahan, khususnya permasalahan kesejahteraan. Nelayan seharusnya menjadi bagian penting dalam pembangunan bangsa dan negara yang berdaulat untuk terus menopang kehidupan seluruh rakyat dengan produksi hasil tangkapannya. Para nelayan tradisional menangkap ikandengan mengunakan cara yang ramah lingkungan dan menjadikan laut sebagi rumah mereka. Nelayan telah menganggap laut sebagai peradaban yang memberikan sumber kehidupan sejak nenek moyang mereka hidup di daerah pesisir. Sehingga Nelayan akan selalu menjaga ekosistem yang berkelanjutan di laut, karena selain laut menjadi mata pencarian Nelayan, laut juga telah membentuk kebudayaan masyarakat Nelayan di daerah pesisir Indonesia.

Namun saat ini kenyataannya, Nelayan justru semakin terjerumus pada jurang kemiskinan. Kemiskinan yang terus melanda sektor nelayan ini dapat tercermin dari data yang disuguhkan pemerintah.  Dari jumlah rakyat miskin di Indonesia berjumlah 31,02 juta jiwa, sebanyak 7,87 juta jiwa adalah Nelayan. Dan ironinya setiap tahun nelayan semakin berkurang karena disebabkan hilangnya hak atas akses laut dan terbitnya undang-undang yang menghambat nelayan untuk melaut.Selain itu, pendapatan rata-rata nelayan yang hanya berkisar Rp.30.000,-/hari membuat nelayan tak berdaya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Kementerian Kelautan dan Perikanan merilis bahwa setiap tahunnya Indonesia kehilangan 31.000 nelayan atau sekitar 116 nelayan setiap harinya.

Kini kedaulatan dan keperkasaan Nelayan yang menjaga kelestarian setiap laut di Indonesia, menjadi cerita belaka saja bahkan menjadi mitologi lagu “Nenek moyangku seorang Pelaut”. Kenyataannya Nelayan di Indonesia kini menjadi sektor golongan masyarakat yang miskin dan sangat jauh dari ukuran kesejahteraan untuk menguasai laut. Oleh karena itu, dalam momentum Hari Nelayan Nasional 06 April 2015, Mari kita berikan kedaulatan sejati bagi Nelayan, Tolak kebijakan yang telah diterbitkan Menteri Kelautan dan Perikanan yang anti kesejahteran Nelayan, serta Berikan hak Nelayan atas akses laut.

Melihat Indonesia merupakan negara dengan kepulauan terbesar di dunia, tidak dipungkiri bahwa Indonesia juga begitu kaya akan potensi lautnya. Jumlah nelayan di Indonesia sangat banyak dan menjadi mata pencaharian yang sudah tidak asing lagi. Tetapi, kesejahteraan nelayan masih terus dipertanyakan. Hal ini juga tidak memungkiri munculnya praktik-praktik penangkapan ikan ilegal. Mengingat hal ini, Rabu (06/04), Indonesia bersama-sama merayakan Hari Nelayan Nasional ke-56.

Negara Indonesia terdaftar sebagai negara yang memiliki garis pantai terpanjang kedua setelah Kanada, yaitu mencapai 54.716 km. Hal inilah yang kemudian dicatat sejarah bahwa Indonesia menjadi negara dengan akar maritim yang kuat. Hari Nelayan Nasional ke-56 ini dirayakan dengan harapan untuk menuju kesejahteraan nelayan sebagai poros maritim Indonesia dan menghimbau sekaligus mendukung nelayan Indonesia untuk mempraktikkan penangkapan ikan yang ramah lingkungan.

Garis kemiskinan nelayan belum sepenuhnya terangkat di Indonesia, untuk peringatan Hari Nelayan Nasional ini pula, sebagian masyarakat Indonesia mungkin masih belum sadar mengenai adanya perayaan ini. Tak begitu banyak pemberitaan yang membahas hari nelayan. Mengutip dari seafoodsavers.org, sampai saat ini nelayan di Indonesia masih hidup dibawah garis kemiskinan, minimnya sarana dan prasarana, seperti alat tangkap yang ramah lingkungan, cold storage, hingga kurangnya Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang layak menjadi salah satu dari banyaknya permasalahan. Hal yang menjadi perhatian utama adalah mulai berkurangnya stok ikan yang menyebabkan biaya dan jarak melaut menjadi lebih besar dan jauh karena overfishing.

Indonesia juga menyebutkan bahwa praktik perikanan destruktif pun masih cukup sering dilakukan, misalnya dengan menggunakan bahan peledak, racun, atau penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. Hal ini tentu saja dapat merusak ekosistem laut dan juga berdampak pada kandungan gizi ikan yang dikonsumsi. Praktik penangkapan dengan prinsip-prinsip berkelanjutan harus dilakukan. WWF-Indonesia juga telah menyusun dan mensosialisasikan serial dokumen BMP (Better Management Practices) Perikanan Berkelanjutan kepada pengusaha dan nelayan di wilayah kerjanya dengan tujuan untuk membantu nelayan dalam menangkap biota laut secara ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Karena itu, kita sebagai konsumen juga harus cerdas dalam memilih makanan laut atau seafood. Dengan memilih dan menanyakan asal-usul seafood sebelum kita konsumsi. Tentu saja, kita harus mengapresiasi para nelayan yang sudah menerapkan praktik penangkapan ikan ramah lingkungan dan berkelanjutan. Banyak yang lupa jasa para nelayan yang notabene menjadi poros maritim di Indonesia, dengan ini kita harus lebih menghargai jasa para nelayan dengan memberikan nilai yang lebih untuk mereka yang sudah menerapkan cara penangkapan ikan yang sehat. Kita harus menyejahterakan kelautan Indonesia guna meningkatkan kesehatan panganan laut sekaligus keindahan biota laut. Selain itu, hal ini juga untuk meningkatkan tingkat perekonomian Indonesia dalam bidang kelautan.

Beberapa kegiatan untuk memperingati hari nelayan nasional antara lain:

Seorang aktivis nelayan yang tergabung dalam Aliansi Hari Nelayan 2017 membawa poster saat melakukan aksi di depan Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Kamis (6/4).

Puluhan aktivis saat melakukan aksi di depan Kantor KKP, Jakarta, Kamis (6/4). Dalam aksinya mereka menuntut kepada Pemerintah untuk memberi kepastian perlindungan hukum kepada nelayan tradisional.

Aktivis melakukan aksi di Kantor KKP, Jakarta (6/4). Mereka juga menuntut pemerintah mengakui identitas nelayan perempuan tanpa domestifikasi, melindungi sumber daya pesisir dan pulau-pulau kecil dari kepentingan investasi.

Aktivis saat melakukan aksi di Kantor KKP, Jakarta, Kamis (6/4). Dalam aksinya yang juga bertepatan dengan Hari Nelayan Nasional tersebut,mereka menuntut pemerintah mengimplementasikan mendat Undang-Undang No.7 Tahun 2016.

Sumber: http://malahayati.ac.id/?p=22385http://www.majalahopini.com/2016/04/07/hari-nelayan-nasional-sejahterakan-perikanan-indonesia/comment-page-1/, http://beritaamenarik.blogspot.co.id/2015/04/sejarah-hari-ini-6-april-2015.html


  • 0

Si Unyil Pertama Kali Tayang di Televisi

Category : Artikel

 

Si Unyil  
Genre Anak-anak  
Format Wayang  
Pembuat Suyadi  
Negara Indonesia  
Bahasa Indonesia  
Produksi  
Durasi sekitar 30 menit  
Rumah produksi PPFN  
Siaran  
Stasiun televisi TVRI (1981-1993)
RCTI (2002-2003)
TPI (2003)
 
Siaran sejak 05 April 1981 – akhir 2003  
Kronologi  
Dilanjutkan oleh Laptop Si Unyil  

Si Unyil adalah film seri televisi Indonesia produksi PPFN yang mengudara setiap hari Minggu pagi di stasiun TVRI dimulai pada tanggal 5 April 1981 sampai 1993, Minggu pagi di stasiun RCTI dimulai pada tanggal 21 April 2002 hingga awal 2003 dan berpindah ke TPI pada medio 2003 hingga akhir 2003 setiap Minggu pukul 16.30 WIB sebelum program berita Lintas 5. Si Unyil ini diciptakan oleh Drs. Suyadi.

Sinopsis

Unyil dan Pak Raden

Ditujukan kepada anak-anak, film seri boneka ini menceritakan tentang seorang anak Sekolah Dasar (yang lalu akhirnya setelah bertahun-tahun lamanya bisa mencapai posisi Sekolah Menengah Pertama) bernama Unyil dan petualangannya bersama teman-temannya. Kata “Unyil” berasal dari “mungil” yang berarti “kecil”.

Si Unyil telah menjadi salah satu bagian tak terpisahkan dari budaya populer di Indonesia, dan banyak orang tidak dapat melupakan berbagai unsur seri ini, mulai dari lagu temanya yang dimulai dengan kata-kata “Hom-pim-pah alaiyum gambreng!” sampai tokoh-tokoh seperti Pak Raden dan Pak Ogah dan kalimat seperti “Cepek dulu dong!”

Saat ini boneka-boneka si Unyil telah menjadi koleksi Museum Wayang di Jakarta.

Sekuel

Film ini pernah dicoba diangkat lagi oleh PPFN dengan bantuan Helmy Yahya pada tahun 2001, dengan meninggalkan atribut lama dan memakai atribut baru agar sesuai dengan zamannya, akan tetapi usaha itu gagal.

Pada tahun 2007, acara ini dihidupkan lagi dengan nama Laptop Si Unyil, digawangi oleh Trans7. Karakter, lagu pembuka, dan cerita tetap dipertahankan, kecuali beberapa yang diperbaharui seiring zaman. Seperti ucapan Pak Ogah, yang dulu “Cepek dulu dong” kini jadi “Gopek dulu dong”; dan Unyil didampingi temannya membahas hal-hal pendidikan dengan laptop yang dimiliki teman si Unyil.

Tokoh

Unyil, Ucrit, dan Usro

Ketiga karakter ini merupakan karakter utama dalam film Si Unyil

Pak Raden

ia memiliki karakter jawa yang kental. Kain beskap berwarna hitam lengkap dengan blangkon dan tongkat dengan pegangan mirip gagang payung dan disertai dengan kumis tebal yang melintang merupakan ciri khas Pak Raden. Segala sesuatu yang dikerjakan selalu mengacu pada primbon kesayangan nya. Selalu berusaha menghindar bila ada kerjabakti di desa Sukamaju dengan alasan penyakit encoknya kambuh.

Tokoh Pak Raden ini juga memiliki sifat yang pelit terhadap tetangganya, sehingga seringkali buah mangganya dicuri oleh Pak Ogah. Seperti halnya kebanyakan tokoh yang memiliki darah biru, Pak Raden juga memelihara burung perkutut serta memiliki bakat seni lukis yang mumpuni. Pak Raden juga mempunyai tawa khas yang menggelegar. Selain itu pula sifat jelek Pak Raden adalah cepat naik darah alias pemarah.

Pak Ogah

Ia dikenal sebagai seorang tunakarya yang kepalanya gundul dan kerjanya sehari-hari adalah duduk di pos ronda dan meminta uang dari orang-orang yang lewat.

Dua kalimat Pak Ogah yang paling terkenal adalah, “Ogah, aah” dan “Cepek dulu dong.” Ogah adalah bahasa sehari-hari untuk mengatakan “tidak”, biasanya karena kemalasan. Misalnya apabila seseorang diajak temannya untuk pergi ke suatu tempat, tetapi ia ingin tinggal di rumah, ia dapat berkata, “Ogah, aah.” Perlu diperhatikan bahwa kata “ogah” ini memiliki konotasi kurang sopan bila digunakan kepada orang yang lebih tua atau lebih tinggi status sosialnya.

“Cepek” sebenarnya berarti seratus, diserap dari dialek Hokkian dan dalam hal ini adalah satu keping uang logam seratus Rupiah. Pak Ogah dalam film seri biasanya hanya mengijinkan orang lewat di depan pos rondanya bila mereka memberinya seratus rupiah atau cepek terlebih dahulu.

Karena ketenaran seri Si Unyil, kata Pak Ogah kemudian memasuki wahana populer dan menjadi istilah umum untuk menyebut semua tunakarya yang lebih senang bermalas-malasan atau melakukan pekerjaan ringan. Misalnya di perempatan jalan yang sibuk, sering kali karena satu alasan atau yang lain tidak ada petugas polisi yang mengatur lalu-lintas, seseorang yang bukan petugas polisi namun kemudian mengatur arus kendaraan dan meminta uang sebagai imbalan sering disebut “Pak Ogah”.

Tokoh-tokoh lain

  • Kinoy Adik dari Unyil
  • Meilani Teman bermain Unyil dan kawan-kawannya. Meilaini melambangkan salah satu tokoh keturunan Tionghoa yang berasimilasi dalam masyrakat Indonesia.
  • Tina
  • Bun Bun Adik dari Meilani
  • Pak Ableh Teman Pak Ogah yang tinggal bersama di Pos Siskamling
  • Cuplis Teman bermain Unyil dan kawan-kawannya. Potongan rambutnya yang gundul membuatnya terlihat berbeda dengan teman-temannya
  • Pak Lurah dan Pak Hansip
  • Endut Teman bermain Unyil dan kawan-kawannya. Endut pada kesehariannya lebih dekat dan bermain dengan Cuplis akan tetapi selalu berseteru dengan Unyil dan kawan-kawan..
  • Mbok Bariah Tokoh Madura di kampung Unyil yang berjualan rujak.
  • Ayah dan Ibu Unyil
  • Bu Raden
  • Orang Gila
  • Bibi Cerewet
  • Jontor alias Joni Keponakan Bibi Cerewet yang bergaya ibukota lengkap dengan kacamata hitam dan walkman di telinganya
  • Tina alias Tineke Keponakan Pak Raden

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Si_Unyil


  • 0

Berdirinya Pakta Pertahanan Atlantik Utara

Category : Artikel

Pakta Pertahanan Atlantik Utara

Bendera Pakta Pertahanan Atlantik Utara

Negara-negara anggota NATO ditampilkan dengan warna biru.

Tanggal pembentukan 4 April 1949
Jenis Persekutuan Militer
Kantor pusat Brussels, Belgia
Jumlah anggota 28 negara
Bahasa resmi Inggris
Perancis
Sekretaris Jenderal Anders Fogh Rasmussen
Ketua Komisi Militer Giampaolo Di Paola
Situs web nato.int

Pakta Pertahanan Atlantik Utara (bahasa Inggris: North Atlantic Treaty Organization atau NATO; bahasa Perancis: l’Organisation du Traité de l’Atlantique Nord atau OTAN) adalah sebuah organisasi internasional untuk keamanan bersama yang didirikan pada tahun 1949, sebagai bentuk dukungan terhadap Persetujuan Atlantik Utara yang ditanda tangani di Washington, DC pada 4 April 1949.

Pasal utama persetujuan tersebut adalah Pasal V, yang berisi:

Para anggota setuju bahwa sebuah serangan bersenjata terhadap salah satu atau lebih dari mereka di Eropa maupun di Amerika Utara akan dianggap sebagai serangan terhadap semua anggota. Selanjutnya mereka setuju bahwa, jika serangan bersenjata seperti itu terjadi, setiap anggota, dalam menggunakan hak untuk mepertahankan diri secara pribadi maupun bersama-sama seperti yang tertuang dalam Pasal ke-51 dari Piagam PBB, akan membantu anggota yang diserang jika penggunaan kekuatan semacam itu, baik sendiri maupun bersama-sama, dirasakan perlu, termasuk penggunaan pasukan bersenjata, untuk mengembalikan dan menjaga keamanan wilayah Atlantik Utara.

Pasal ini diberlakukan agar jika sebuah anggota Pakta Warsawa melancarkan serangan terhadap para sekutu Eropa dari PBB, hal tersebut akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota (termasuk Amerika Serikat sendiri), yang mempunyai kekuatan militer terbesar dalam persekutuan tersebut dan dengan itu dapat memberikan aksi pembalasan yang paling besar. Tetapi kekhawatiran terhadap kemungkinan serangan dari Eropa Barat ternyata tidak menjadi kenyataan. Pasal tersebut baru mulai digunakan untuk pertama kalinya dalam sejarah pada 12 September 2001, sebagai tindak balasan terhadap peristiwa serangan teroris 11 September 2001 terhadap AS yang terjadi sehari sebelumnya.

  • 1 Negara anggota
    • 1Anggota pendiri (1949)
    • 2Negara-negara yang bergabung pada masa Perang Dingin
    • 3Negara-negara mantan anggota Blok Timur yang bergabung setelah Perang Dingin

Negara anggota

Peta negara-negara anggota NATO.

Anggota pendiri (1949)

  •  Amerika Serikat
  •  Belanda
  •  Belgia
  •  Britania Raya
  •  Denmark
  •  Islandia
  •  Italia
  •  Kanada
  •  Luksemburg
  •  Norwegia
  •  Perancis
  •  Portugal

Perkembangan NATO di Eropa

Negara-negara yang bergabung pada masa Perang Dingin

  •  Yunani (1952)
  •  Turki (1952)
  • Jerman (1955 sebagai Jerman Barat)
  •  Spanyol (1982)

Negara-negara mantan anggota Blok Timur yang bergabung setelah Perang Dingin

  •  →   Jerman Timur (1990)
  •  Ceko (1999)
  •  Polandia (1999)
  •  Hungaria (1999)
  •  Bulgaria (2004)
  •  Estonia (2004)
  •  Latvia (2004)
  •  Lituania (2004)
  •  Rumania (2004)
  •  Slowakia (2004)
  •  Slovenia (2004)
  •  Albania (1 April 2009)
  •  Kroasia (1 April 2009)

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Pakta_Pertahanan_Atlantik_Utara


  • 0

Penemuan Telepon Genggam

Category : Artikel

Dijaman yang serba canggih ini telepon selular atau handphone (yang kita kenal saat ini) pertama kali hadir tanggal 3 April 1873 di New York. Saat itu ponsel yang dibuat Motorola masih berupa Prototipe dan di uji coba oleh Martin Copper disekitar jalan didaerah New York. Saat itu, Cooper yang berusia 44 tahun dipandang aneh oleh orang-prang yang melihatnya sepanjang jalan. “Waktu itu semua orang memperhatikan ketika aku berjalan menyusuri jalan sambil berbicara di telepon, Bahkan ada orang yang berhenti bergerak dan hanya memandangi saya”

Pengguna Handphone Pertama di Dunia

Panggilan telepon menggunakan handphone pertama kali adalah menelepon Dr Joel S Engel, seorang pesaing yang bekerja sebagai Kepala penelitian di Bell Labs Phone Company, dan Cooper mengatakan kepada Engel kalau dunia ini sudah ada telepon pertama yang tidak membutuhkan kabel dan Cooper yang membuatnya. Kemudian Cooper mengundang wartawan untuk jumpa pers dan mendemonstrasikan di depan para wartawan untuk membuktikan kalau teknologi komunikasi pada saat itu benar-benar sedang berkembang, dan komunikasi wireless bukanlah tipuan.

Sejak Motorola merilis ponsel pertama tersebut, terjadi perkembangan yang luar biasa pada industri telepon selular, yakni dengan bermunculannya ponsel dengan ukuran yang lebih kecil. Motorola mulai memasarkan ponsel pertamanya pada tahun 1983 dengan nama Motorola Dyna-TAC dengan bobot sebesar 0,4 kilogram dan harganya US$ 3.500.

 

Telepon genggam atau handphone atau Telepon seluler adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional saluran tetap, namun dapat dibawa ke mana-mana (portabel, mobile) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel; wireless). Saat ini Indonesia mempunyai dua jaringan telepon nirkabel yaitu sistem GSM (Global System for Mobile Telecommunications) dan sistem CDMA (Code Division Multiple Access). Badan yang mengatur telekomunikasi seluler Indonesia adalah Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI).

Sejarah

Penemu sistem telepon genggam yang pertama adalah Martin Cooper, seorang pekerja di pabrikan Motorola pada tanggal 03 April 1973, walaupun sering disebut-sebut penemu telepon genggam adalah sebuah tim dari salah satu divisi Motorola (divisi tempat Cooper bekerja) dengan model pertama adalah DynaTAC. Ide yang dicetuskan oleh Cooper adalah sebuah alat komunikasi yang kecil dan mudah dibawa bepergian secara fleksibel.

Cooper bersama timnya menghadapi tantangan bagaimana memasukkan semua material elektronik ke dalam alat yang berukuran kecil tersebut untuk pertama kalinya. Akhirnya sebuah handphone pertama berhasil diselesaikan dengan total bobot seberat dua kilogram. Untuk membuatnya,  Pabrikan Motorola membutuhkan biaya kurang lebih US$1 juta. “Pada tahun 1983, telepon genggam portabel berharga US$4 ribu (Rp36 juta) setara dengan US$10 ribu (Rp90 juta).

Setelah berhasil memproduksi telepon genggam, tantangan terbesar berikutnya adalah mengadaptasi infrastruktur untuk mendukung sistem komunikasi telepon genggam tersebut dengan menciptakan sistem jaringan yang hanya membutuhkan 3 MHz spektrum, setara dengan lima channel TV yang tersalur ke seluruh dunia.

Tokoh lain yang diketahui sangat berjasa dalam dunia komunikasi selular adalah Amos Joel Jr yang lahir di Philadelphia, 12 Maret 1918, ia memang diakui dunia sebagai pakar dalam bidang switching. Ia mendapat ijazah bachelor (1940) dan master (1942) dalam teknik elektronik dari MIT. Tidak lama setelah studi, ia memulai kariernya selama 43 tahun (dari Juli 1940-Maret 1983) di Bell Telephone Laboratories, tempat ia menerima lebih dari 70 paten Amerika di bidang telekomunikasi, khususnya di bidang switching. Amos E Joel Jr, membuat sistem penyambung (switching) ponsel dari satu wilayah sel ke wilayah sel yang lain. Switching ini harus bekerja ketika pengguna ponsel bergerak atau berpindah dari satu sel ke sel lain sehingga pembicaraan tidak terputus. Karena penemuan Amos Joel inilah penggunaan ponsel menjadi nyaman.

 

Perkembangan

  • Generasi awal

Sejarah penemuan telepon seluler tidak lepas dari perkembangan radio. Awal penemuan telepon seluler dimulai pada tahun 1921 ketika Departemen Kepolisian Detroit Michigan mencoba menggunakan telepon mobil satu arah. Kemudian, pada tahun 1928 Kepolisian Detroit mulai menggunakan radio komunikasi satu arah pada semua mobil patroli dengan frekuensi 2MHz.

Pada perkembangan selanjutnya, radio komunikasi berkembang menjadi dua arah dengan ‘’frequency modulated ‘’(FM).

Tahun 1940, Galvin Manufactory Corporation (sekarang Motorola)mengembangkan portable Handie-talkie SCR536, yang berarti sebuah alat komunikasi di medan perang saat perang dunia II. Masa ini merupakan generasi 0 telepon seluler atau 0-G, dimana telepon seluler mulai diperkenalkan.

Setelah mengeluarkan SCR536,kemudian pada tahun 1943 Galvin Manufactory Corporation mengeluarkan kembali partable FM radio dua arah pertama yang diberi nama SCR300 dengan model backpack untuk tentara U.S. Alat ini memiliki berat sekitar 35 pon dan dapat bekerja secara efektif dalam jarak operasi 10 sampai 20 mil.

Sistem telepon seluler 0-G masih menggunakan sebuah sistem radio VHF untuk menghubungkan telepon secara langsung pada PSTNlandline. Kelemahan sistem ini adalah masalah pada jaringan kongesti yang kemudian memunculkan usaha-usaha untuk mengganti sistem ini.

Generasi 0 diakhiri dengan penemuan konsep modern oleh insinyur-insinyur dari Bell Labs pada tahun 1947. Mereka menemukan konsep penggunaan telepon hexagonal sebagai dasar telepon seluler. Namun, konsep ini baru dikembangkan pada 1960-an.

  • Generasi 1

Telepon genggam generasi pertama disebut juga 1G. 1-G merupakan telepon genggam pertama yang sebenarnya. Tahun 1973, Martin Cooper dari Motorola Corp menemukan telepon seluler pertama dan diperkenalkan kepada public pada 3 April 1973. Telepon seluler yang ditemukan oleh Cooper memiliki berat 30 ons atau sekitar 800 gram. Penemuan inilah yang telah mengubah dunia selamanya. Teknologi yang digunakan 1-G masih bersifat analog dan dikenal dengan istilah AMPS. AMPS menggunakan frekuensi antara 825 Mhz- 894 Mhz dan dioperasikan pada Band800 Mhz. Karena bersifat analog, maka sistem yang digunakan masih bersifat regional. Salah satu kekurangan generasi 1-G adalah karena ukurannya yang terlalu besar untuk dipegang oleh tangan. Ukuran yang besar ini dikarenakan keperluan tenaga dan performa baterai yang kurang baik. Selain itu generasi 1-G masih memiliki masalah dengan mobilitas pengguna. Pada saat melakukan panggilan, mobilitas pengguna terbatas pada jangkauan area telpon genggam.

  • Generasi 2

Generasi kedua atau 2-G muncul pada sekitar tahun 1990-an. 2G di Amerika sudah menggunakan teknologi CDMA, sedangkan di Eropa menggunakan teknologi GSM. GSM menggunakan frekuensi standar 900 Mhz dan frekuensi 1800 Mhz. Dengan frekuensi tersebut, GSM memiliki kapasitas pelanggan yang lebih besar. Pada generasi 2G sinyal analog sudah diganti dengan sinyal digital. Penggunaan sinyal digital memperlengkapi telepon genggam dengan pesan suara, panggilan tunggu, dan SMS.

Telepon seluler pada generasi ini juga memiliki ukuran yang lebih kecil dan lebih ringan karena penggunaan teknologi chip digital. Ukuran yang lebih kecil juga dikarenakan kebutuhan tenaga baterai yang lebih kecil. Keunggulan dari generasi 2G adalah ukuran dan berat yang lebih kecil serta sinyal radio yang lebih rendah, sehingga mengurangi efek radiasi yang membahayakan pengguna.

  • Generasi 3

Generasi ini disebut juga 3G yang memungkinkan operator jaringan untuk memberi pengguna mereka jangkauan yang lebih luas, termasuk internet sebaik video call berteknologi tinggi. Dalam 3G terdapat 3 standar untuk dunia telekomunikasi yaitu Enhance Datarates for GSM Evolution (EDGE), Wideband-CDMA, dan CDMA 2000. Kelemahan dari generasi 3G ini adalah biaya yang relatif lebih tinggi, dan kurangnya cakupan jaringan karena masih barunya teknologi ini. Tapi yang menarik pada generasi ini adalah mulai dimasukkannya sistem operasi pada ponsel sehingga membuat fitur ponsel semakin lengkap bahkan mendekati fungsi PC. Sistem operasi yang digunakan antara lain Symbian, Android dan Windows Mobile

  • Generasi 4

Generasi ini disebut juga Fourth Generation (4G). 4G merupakan sistem ponsel yang menawarkan pendekatan baru dan solusi infrastruktur yang mengintegrasikan teknologi nirkabel yang telah ada termasuk wireless broadband (WiBro), 802.16e, CDMA, wireless LAN, Bluetooth, dan lain-lain. Sistem 4G berdasarkan heterogenitas jaringan IP yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan beragam sistem kapan saja dan di mana saja. 4G juga memberikan penggunanya kecepatan tinggi, volume tinggi, kualitas baik, jangkauan global, dan fleksibilitas untuk menjelajahi berbagai teknologi berbeda. Terakhir, 4G memberikan pelayanan pengiriman data cepat untuk mengakomodasi berbagai aplikasi multimedia seperti, video conferencing,online game, dan lain-lain.

Sumber:http://teknologi-mu.blogspot.co.id/2012/09/sejarah-handphone-dan-perkembangannya.html, http://refliamnur.blogspot.co.id/2015/04/sejarah-penemuan-handphone-yang-perlu.html

 


  • 0

Hari Kesadaran Autisme Sedunia

Category : Artikel

Hari Kesadaran Autisme Sedunia (bahasa Inggris: World Autism Awareness Day) telah diselenggarakan setiap tahun sejak 9 September 1989. Penetapan hari ini berdasarkan Resolusi Majelis Umum PBB “62/139. World Autism Awareness Day” yang ditetapkan pada 18 Desember 2007, berdasarkan usulan Perwakilan Negara Qatar, dan didukung oleh semua negara anggota

Komponen utama

Resolusi Hari Kesadaran Autisme Sedunia (World Autism Awareness Day, disingkat WAAD) memiliki empat komponen utama:

  • Penetapan 2 April sebagai WAAD
  • Partisipasi organisasi-organisasi PBB, negara-negara anggota, LSM dan semua organisasi swasta & masyarakat untuk WAAD
  • Meningkatkan kesadaran autisme pada semua tingkatan dalam masyarakat
  • Sekretaris Jenderal PBB harus menyampaikan pesan ini kepada negara-negara anggota dan semua lembaga PBB lainnya.

Istilah/kata autism pertama kali digunakan oleh seorang psikiater Swiss yang bernama Eugene Bleuler, yang pada tahun 1908-1911 mengamati adanya suatu ciri tertentu pada penderita skizofrenia dewasa yang ia sebut sebagai autism yang berasal dari kata bahasa Yunani yaitu autos yang berarti sendiri, yang merupakan suatu istilah yang mencirikan bahwa seseorang menarik diri dari interaksi sosial dengan lingkungannya sehingga mereka seolah-olah hidup di dunia sendiri.

Gangguan kejiwaan berupa skizofrenia hanya terjadi/timbul pada orang dewasa atau remaja saja. Namun pada tahun 1938-1943, Leo Kanner di Universitas John Hopkins (Amerika Serikat) memperhatikan adanya ciri autism pada 11 orang anak yang tidak bisa melakukan kontak dengan orang di sekitarnya bahkan sejak usia 1 tahun, sehingga disebut sebagai infantile-autism (autisme infantil). Oleh karena itulah, sejak tahun 1940an sampai dengan tahun 1960an autisme disalah-sangkakan sebagai gangguan/masalah/kelainan jiwa yang terjadi pada masa kanak-kanak. Sehingga dengan demikian juga asal-muasal dulunya autisme ditangani oleh dokter spesialis jiwa. Maka penanganannyapun saat itu seperti juga penanganan terhadap penderita kelainan jiwa saat itu, seperti misalnya dirawat di rumah sakit jiwa dengan terapi kejut listrik, dlsb. Oleh karena sekarang diketahui bahwa autisme adalah merupakan gangguan perkembangan, maka yang lebih tepat autisme ditangani oleh dokter spesialis anak.

Pada tahun 1944, Asperger seorang ilmuwan Jerman juga mengidentifikasi kondisi seperti yang digambarkan oleh Kanner namun dalam bentuk yang lebih ringan, yang sekarang dikenal sebagai sindrom Asperger. Dulu Asperger memberi istilah autistic psychopathy. Pada tahun 1944, Bruno Bettleheim mengajukan teori refrigerator mother, yaitu seorang anak menjadi autistik oleh karena dalam awal masa kehidupannya tidak mendapat cukup stimuli dari ibunya yang tidak responsif terhadap anak mereka.

Sejak tahun 1980an sampai tahun 1990, dilakukan sangat banyak penelitian terhadap penyebab, prognosis dan terapi autisme. Dari penelitian diperkirakan bahwa autisme merupakan penyakit yang disebabkan oleh gangguan/kerusakan pada gen, yang menyebabkan masalah otoimun ataupun penyakit degeneratif pada sel-sel saraf di otak.

Buku Diagnostics and Statistics Manual of Mental Disorder (DSM) merupakan standar diagnosis autisme di Amerika Serikat. Pada edisi pertama (DSM-I) yang terbit pada tahun 1952, walau autisme sebenarnya sudah diketahui sebagai kondisi yang unik pada tahun 1943, namun tidak dicantumkan sebagai kelainan tersendiri pada DSM-I ini, melainkan dikategorikan ke dalam jenis reaksi skizofrenik pada masa kanak-kanak (schizophrenic reaction, childhood type).

Pada DSM-II yang terbit tahun 1968, autisme juga masih dikategorikan sama seperti pada DSM-I tersebut. Barulah pada DSM-III yang terbit pada tahun 1980, autisme diletakkan dalam kategori diagnostik yang tersendiri, namun masih disebut sebagai infantile autism. Kemudian disadari bahwa autisme ini bukan merupakan kelainan jiwa (skizofren) yang terjadi pada masa kanak-kanak, sehingga pada tahun 1987 kata infantile dihilangkan, dan diganti menjadi autistic disorder. DSM-IV yang diterbitkan pada tahun 1994 menambahkan kategori PDD (Pervasive Developmentel Disorder) dan beberapa subtipenya, yang sekarang dikenal sebagai ASD (Autistic Spectrum Disorder). Sebagai tambahan pada autistic disorder, diagnosis mungkin juga dikategorikan pada Aspreger’s Disorder, Rett’s Disorder, Childhood Disintegrative Disorder, and Pervasive Developmental Disorder Not Otherwise Specified (PDD-NOS). DSM-V sudah diterbitkan pada tahun Mei 2013.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Kesadaran_Autisme_Sedunia,

www.kompasiana.com/lizarudy/sejarah-autisme_552e0e296ea834402a8b4589


  • 0

Selamat Ulang Tahun Kota Malang Yang Ke-103

Category : Artikel

 

Sejarah

Wilayah cekungan Malang telah ada sejak masa purbakala menjadi kawasan pemukiman. Banyaknya sungai yang mengalir di sekitar tempat ini membuatnya cocok sebagai kawasan pemukiman. Wilayah Dinoyo dan Tlogomas diketahui merupakan kawasan pemukiman prasejarah. Selanjutnya, berbagai prasasti (misalnya Prasasti Dinoyo), bangunan percandian dan arca-arca, bekas-bekas fondasi batu bata, bekas saluran drainase, serta berbagai gerabah ditemukan dari periode akhir Kerajaan Kanjuruhan (abad ke-8 dan ke-9) juga ditemukan di tempat yang berdekatan.

Nama “Malang” sampai saat ini masih diteliti asal-usulnya oleh para ahli sejarah. Para ahli sejarah masih terus menggali sumber-sumber untuk memperoleh jawaban yang tepat atas asal usul nama “Malang”. Sampai saat ini telah diperoleh beberapa hipotesa mengenai asal usul nama Malang tersebut.

Malangkuçeçwara (baca: Malangkusheshwara) yang tertulis di dalam lambang kota itu, menurut salah satu hipotesa merupakan nama sebuah bangunan suci. Nama bangunan suci itu sendiri diketemukan dalam dua prasasti Raja Balitung dari Jawa Tengah yakni prasasti Mantyasih tahun 907, dan prasasti 908 yakni diketemukan di satu tempat antara Surabaya-Malang. Namun demikian dimana letak sesungguhnya bangunan suci Malangkuçeçwara itu, para ahli sejarah masih belum memperoleh kesepakatan. Satu pihak menduga letak bangunan suci itu adalah di daerah gunung Buring, satu pegunungan yang membujur di sebelah timur kota Malang dimana terdapat salah satu puncak gunung yang bernama Malang. Pembuktian atas kebenaran dugaan ini masih terus dilakukan karena ternyata, di sebelah barat kota Malang juga terdapat sebuah gunung yang bernama Malang.

Pihak yang lain menduga bahwa letak sesungguhnya dari bangunan suci itu terdapat di daerah Tumpang, satu tempat di sebelah utara kota Malang. Sampai saat ini di daerah tersebut masih terdapat sebuah desa yang bernama Malangsuka, yang oleh sebagian ahli sejarah, diduga berasal dari kata Malankuça (baca: Malankusha) yang diucapkan terbalik. Pendapat di atas juga dikuatkan oleh banyaknya bangunan-bangunan purbakala yang berserakan di daerah tersebut, seperti Candi Jago dan Candi Kidal, yang keduanya merupakan peninggalan zaman Kerajaan Singasari.

Dari kedua hipotesa tersebut di atas masih juga belum dapat dipastikan manakah kiranya yang terdahulu dikenal dengan nama Malang yang berasal dari nama bangunan suci Malangkuçeçwara itu. Apakah daerah di sekitar Malang sekarang, ataukah kedua gunung yang bernama Malang di sekitar daerah itu. Sebuah prasasti tembaga yang ditemukan akhir tahun 1974 di perkebunan Bantaran, Wlingi, sebelah barat daya Malang, dalam satu bagiannya tertulis sebagai berikut : “………… taning sakrid Malang-akalihan wacid lawan macu pasabhanira dyah Limpa Makanagran I ………”. Arti dari kalimat tersebut di atas adalah : “ …….. di sebelah timur tempat berburu sekitar Malang bersama wacid dan mancu, persawahan Dyah Limpa yaitu ………” Dari bunyi prasasti itu ternyata Malang merupakan satu tempat di sebelah timur dari tempat-tempat yang tersebut dalam prasasti itu. Dari prasasti inilah diperoleh satu bukti bahwa pemakaian nama Malang telah ada paling tidak sejak abad 12 Masehi.

Nama Malangkuçeçwara terdiri atas 3 kata, yakni mala yang berarti kecurangan, kepalsuan, dan kebatilan; angkuça (baca: angkusha) yang berarti menghancurkan atau membinasakan; dan Içwara (baca: ishwara) yang berarti “Tuhan”. Sehingga, Malangkuçeçwara berarti “Tuhan telah menghancurkan kebatilan”.

Hipotesa-hipotesa terdahulu, barangkali berbeda dengan satu pendapat yang menduga bahwa nama Malang berasal dari kata “Membantah” atau “Menghalang-halangi” (dalam bahasa Jawa berarti Malang). Alkisah Sunan Mataram yang ingin meluaskan pengaruhnya ke Jawa Timur telah mencoba untuk menduduki daerah Malang. Penduduk daerah itu melakukan perlawanan perang yang hebat. Karena itu Sunan Mataram menganggap bahwa rakyat daerah itu menghalang-halangi, membantah atau malang atas maksud Sunan Mataram. Sejak itu pula daerah tersebut bernama Malang.

Timbulnya Kerajaan Kanjuruhan tersebut, oleh para ahli sejarah dipandang sebagai tonggak awal pertumbuhan pusat pemerintahan yang sampai saat ini, setelah 12 abad berselang, telah berkembang menjadi Kota Malang.

Setelah kerajaan Kanjuruhan, pada masa emas kerajaan Singasari (1000 tahun setelah Masehi) di daerah Malang masih ditemukan satu kerajaan yang makmur, banyak penduduknya serta tanah-tanah pertanian yang amat subur. Ketika Islam menaklukkan Kerajaan Majapahit sekitar tahun 1400, Patih Majapahit melarikan diri ke daerah Malang. Ia kemudian mendirikan sebuah kerajaan Hindu yang merdeka, yang oleh putranya diperjuangkan menjadi satu kerajaan yang maju. Pusat kerajaan yang terletak di kota Malang sampai saat ini masih terlihat sisa-sisa bangunan bentengnya yang kokoh bernama Kutobedah di desa Kutobedah. Adalah Sultan Mataram dari Jawa Tengah yang akhirnya datang menaklukkan daerah ini pada tahun 1614 setelah mendapat perlawanan yang tangguh dari penduduk daerah ini.

Seperti halnya kebanyakan kota-kota lain di Indonesia pada umumnya, Kota Malang modern tumbuh dan berkembang setelah hadirnya administrasi kolonial Hindia Belanda. Fasilitas umum direncanakan sedemikian rupa agar memenuhi kebutuhan keluarga Belanda. Kesan diskriminatif masih berbekas hingga sekarang, misalnya ”Ijen Boullevard” dan kawasan sekitarnya. Pada mulanya hanya dinikmati oleh keluarga-keluarga Belanda dan Bangsa Eropa lainnya, sementara penduduk pribumi harus puas bertempat tinggal di pinggiran kota dengan fasilitas yang kurang memadai. Kawasan perumahan itu sekarang menjadi monumen hidup dan seringkali dikunjungi oleh keturunan keluarga-keluarga Belanda yang pernah bermukim di sana.

Pada masa penjajahan kolonial Hindia Belanda, daerah Malang dijadikan wilayah “Gemente” (Kota). Sebelum tahun 1964, dalam lambang kota Malang terdapat tulisan ; “Malang namaku, maju tujuanku” terjemahan dari “Malang nominor, sursum moveor”. Ketika kota ini merayakan hari ulang tahunnya yang ke-50 pada tanggal 1 April 1964, kalimat-kalimat tersebut berubah menjadi : “Malangkuçeçwara”. Semboyan baru ini diusulkan oleh almarhum Prof. Dr. R. Ng. Poerbatjaraka, karena kata tersebut sangat erat hubungannya dengan asal usul kota Malang yang pada masa Ken Arok kira-kira 7 abad yang lampau telah menjadi nama dari tempat di sekitar atau dekat candi yang bernama Malangkuçeçwara.

Kota Malang mulai tumbuh dan berkembang setelah hadirnya pemerintah kolonial Belanda, terutama ketika mulai di operasikannya jalur kereta api pada tahun 1879. Berbagai kebutuhan masyarakatpun semakin meningkat terutama akan ruang gerak melakukan berbagai kegiatan. Akibatnya terjadilah perubahan tata guna tanah, daerah yang terbangun bermunculan tanpa terkendali. Perubahan fungsi lahan mengalami perubahan sangat pesat, seperti dari fungsi pertanian menjadi perumahan dan industri.

Lambang Kota Malang pada Masa Hindia Belanda

  • Tahun 1767Hindia Belanda memasuki kota
  • Tahun 1821kedudukan pemerintah Belanda di pusatkan di sekitar kali Brantas
  • Tahun 1824Malang mempunyai asisten residen
  • Tahun 1882rumah-rumah di bagian barat dan kota didirikan dan alun-alun dibangun.
  • 1 April1914 Malang di tetapkan sebagai kotapraja
  • 8 Maret1942 Malang diduduki Jepang
  • 21 September1945 Malang masuk wilayah Republik Indonesia
  • 22 Juli1947 Malang diduduki Belanda
  • 2 Maret1947 pemerintah Republik Indonesia kembali memasuki Kota Malang.
  • 1 Januari2001 menjadi Pemerintah Kota Malang.

Makna lambang

Logo Kota Malang (Pemerintah Kota Malang)

DPRDGR mengkukuhkan lambang Kotamadya Malang dengan Perda No. 4/1970. Bunyi semboyan pada lambang adalah “MALANG KUÇEÇWARA”. Motto “MALANG KUÇEÇWARA” berarti Tuhan menghancurkan yang bathil, menegakkan yang benar. Arti Warna :

  • Merah Putih, adalah lambang bendera nasional Indonesia
  • Kuning, berarti keluhuran dan kebesaran
  • Hijau adalah kesuburan
  • Biru Muda berarti kesetiaan pada Tuhan, negara dan bangsa
  • Segilima berbentuk perisai bermakna semangat perjuangan kepahlawanan, kondisi geografis, pegunungan, serta semangat membangun untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

Semboyan tersebut dipakai sejak hari peringatan 50 tahun berdirinya Kotapraja Malang pada 1964, sebelum itu yang digunakan adalah : “MALANG NAMAKU, MAJU TUJUANKU”, yang merupakan terjemahan dari bahasa Latin “MALANG NOMINOR, SURSUM MOVEOR” yang disahkan dengan “Gouvernement besluit dd. 25 April 1938 N. 027”. Semboyan baru itu diusulkan oleh Prof. DR. R.Ng.Poerbatjaraka dan erat hubungannya dengan asal mula Kota Malang pada zaman Ken Arok.

Geografi

Kota Malang yang terletak di dataran tinggi yaitu pada ketinggian antara 440 – 667 meter diatas permukaan air laut, merupakan salah satu kota tujuan pariwisata karena keindahan alamnya yang dikelilingi pegunungan. Letak kota Malang berada di tengah-tengah wilayah Kabupaten Malang dan secara astronomis terletak 112,06° – 112,07° Bujur Timur dan 7,06° – 8,02° Lintang Selatan, dengan batas wilayah sebagai berikut :

  • Sebelah Utara :Kecamatan Singosari dan Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang
  • Sebelah Timur :Kecamatan Pakis dan Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang
  • Sebelah Selatan :Kecamatan Tajinan dan Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang
  • Sebelah Barat :Kecamatan Wagir dan Kecamatan Dau, Kabupaten Malang

Kota Malang juga dikelilingi beberapa pegunungan besar, di antaranya adalah pegunungan Bromo-Tengger (berkisar 2.700 m dpl); Gunung Semeru (3.676 m dpl); Gunung Arjuno (3.339 m dpl); Gunung Butak (2.868 m dpl); Gunung Kawi (2.551 m dpl); Gunung Anjasmoro (2.277 m dpl); serta Gunung Panderman (2.045 m dpl). Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa. Selain itu, kota Malang juga dilalui salah satu sungai terpanjang di Indonesia serta terpanjang kedua di Pulau Jawa setelah Bengawan Solo, yaitu Sungai Brantas yang mata airnya terletak di lereng Gunung Arjuno di sebelah barat laut kota.

Pemandangan kota Malang.

Kota Malang dengan latar belakang Gunung Semeru.

Keadaan geologi

Keadaan tanah di wilayah Kota Malang antara lain :

  • Bagian selatan merupakan dataran tinggi yang cukup luas, cocok untuk industri
  • Bagian utara merupakan dataran tinggi yang subur, cocok untuk pertanian
  • Bagian timur merupakan dataran tinggi dengan keadaan kurang subur
  • Bagian barat merupakan dataran tinggi yang amat luas menjadi daerah pendidikan
Jenis tanah

Jenis tanah di wilayah Kota Malang ada 4 macam, antara lain :

  • Alluvial kelabu kehitaman dengan luas 6,930,267 Ha.
  • Mediteran coklat dengan luas 1.225.160 Ha.
  • Asosiasi latosol coklat kemerahan grey coklat dengan luas 1.942.160 Ha.
  • Asosiasi andosol coklat dan grey humus dengan luas 1.765,160 Ha

Struktur tanah pada umumnya relatif baik, akan tetapi yang perlu mendapatkan perhatian adalah penggunaan jenis tanah andosol yang memiliki sifat peka erosi. Jenis tanah andosol ini terdapat di Kecamatan lowokwaru dengan relatif kemiringan sekitar 15 %.

Iklim

Kondisi iklim Kota Malang selama tahun 2006 okp[ercatat rata-rata suhu udara berkisar antara 22,2 °C – 24,5 °C. Sedangkan suhu maksimum mencapai 32,3 °C dan suhu minimum 17,8 °C . Rata kelembaban udara berkisar 74% – 82%. dengan kelembaban maksimum 97% dan minimum mencapai 37%. Seperti umumnya daerah lain di Indonesia, Kota Malang mengikuti perubahan putaran 2 iklim, musim hujan, dan musim kemarau. Dari hasil pengamatan Stasiun Klimatologi Karangploso curah hujan yang relatif tinggi terjadi pada bulan Januari, Februari, Maret, April, dan Desember. Sedangkan pada bulan Juni, Agustus, dan November curah hujan relatif rendah. Kecepatan angin maksimum terjadi di bulan Mei, September, dan Juli.

Musim-musim di kota Malang: Musim gugur: Maret-Mei Musim dingin: Juni-Agustus Musim semi: September-November Musim panas: Desember-Februari

Demografi

Jumlah penduduk Kota Malang 845.973 jiwa (2014), dengan tingkat pertumbuhan penduduk 0,70% pertahun dari 2010 – 2015, dan 0,63% pertahun dari 2014 – 2015[5]. Dengan luas Kota Malang yang mencapai 110,06 km2, kepadatan penduduk Kota Malang mencapai 7800 jiwa/km2.

Suku bangsa

Sebagian besar penduduk Kota Malang berasal dari suku Jawa. Namun, suku Jawa di Malang dibanding dengan masyarakat Jawa pada umumnya memiliki temperamen yang sedikit lebih keras dan egaliter. Salah satu penyebabnya adalah tipologi arek Malang terinspirasi oleh Ken Arok yang diceritakan sebagai raja yang tegas dan lugas meskpiun lebih megarah keras. Terdapat pula sejumlah suku-suku minoritas seperti Madura, Arab, Tionghoa, dan lain-lain. Sebagai kota pendidikan, Malang juga menjadi tempat tinggal mahasiswa dari berbagai daerah dari seluruh Indonesia, bahkan di antara mereka juga membentuk wadah komunitas tersendiri.

Masjid Agung Jami’ Kota Malang

Agama

Agama mayoritas adalah Islam, diikuti dengan Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Kong Hu Cu. Bangunan tempat ibadah banyak yang telah berdiri semenjak zaman kolonial antara lain Masjid Jami (Masjid Agung), Gereja Hati Kudus Yesus, Gereja Kathedral Ijen (Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel), Klenteng Eng An Kiong di Kotalama serta Candi Badut di Kecamatan Sukun dan Pura di puncak Buring. Malang juga menjadi pusat pendidikan keagamaan dengan banyaknya Pesantren, yang terkenal ialah Pondok Pesantren Al Hikam pimpinan KH. Hasyim Muzadi, dan juga adanya pusat pendidikan Kristen berupa Seminari Alkitab yang sudah terkenal di seluruh Nusantara, salah satunya adalah Seminari Alkitab Asia Tenggara.

Bahasa

Dialek Malang

Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi nasional di Kota Malang. Namun, Bahasa Jawa dengan dialek Jawa Timuran merupakan bahasa sehari-hari masyarakat Malang. Kalangan minoritas Suku Madura menuturkan Bahasa Madura. Malang dikenal memiliki dialek khas yang disebut Boso Walikan (Osob Kiwalan), yaitu cara pengucapan kata secara terbalik, misalnya Malang menjadi Ngalambakso menjadi oskab burung menjadi ngurub, dan contoh lain seperti saya bangga arema menang menjadi ayas bangga arema nganem . Gaya bahasa masyarakat Malang terkenal egaliter dan blak-blakan, yang menunjukkan sikap masyarakatnya yang tegas, lugas dan tidak mengenal basa-basi.

Pemerintahan

Balai Kota Malang
Kantor Wali Kota Malang

Secara administrasi pemerintahan Kota Malang dipimpin oleh seorang wali kota dan wakil wali kota yang dipilih langsung oleh rakyat Malang dalam pemilihan wali kota Malang setiap lima tahun sekali. Wali kota Malang membawahi koordinasi atas wilayah administrasi kecamatan yang dikepalai oleh seorang camat. Kecamatan dibagi lagi menjadi kelurahan-kelurahan yang dikepalai oleh seorang lurah. Seluruh camat dan lurah merupakan jajaran pegawai negeri sipil di lingkungan pemerintah kota. Pemilihan wali kota dan wakil wali kota secara langsung pertama di kota Malang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2008, setelah sebelumnya wali kota dan wakilnya dipilih oleh anggota DPRD kota. Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang saat ini adalah Mochamad Anton dan Sutiaji yang berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa.

Perwakilan
DPRD Kota Malang
2014-2019
Partai Kursi
 PDI-P 11
 PKB 6
 Partai Golkar 5
 Partai Demokrat 5
 Partai Gerindra 4
 PAN 4
 Partai Hanura 3
 PKS 3
 PPP 3
 Partai NasDem 1
Total 45
Sumber: Situs web DPRD Kota Malang[7]

Secara konstitusional, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Malang merupakan perwakilan rakyat yang dipilih langsung oleh warga Malang pada pemilu legislatif setiap lima tahun sekali. Anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019 adalah 45 orang yang didominasi oleh PDI Perjuangan (11 kursi), PKB (6 kursi), dan Partai Golkar (5 kursi). Pimpinan DPRD Kota Malang periode 2014-2019 terdiri dari Arief Wicaksono (Ketua; PDI-P), Zainudin (Wakil Ketua; PKB), Rahayu Sugiarti (Wakil Ketua; Golkar), dan Wiwik Hendri Astuti (Wakil Ketua; Demokrat) yang resmi menjabat sejak 16 Oktober 2014.

Pembagian administratif

Peta Pembagian Administratif Kota Malang.

Kota Malang terdiri atas 5 kecamatan dan 57 kelurahan. Berikut adalah daftar kecamatan di Malang:

  • Kedungkandang
  • Sukun
  • Klojen
  • Blimbing
  • Lowokwaru
Perekonomian

Perekonomian Kota Malang ditunjang dari berbagai sektor, diantaranya industri, jasa, perdagangan, dan pariwisata. Sebagai kota terbesar kedua di Jawa Timur, menjadikan laju ekonomi Malang merupakan yang terpenting kedua di Jawa Timur setelah Surabaya. Kota Malang juga merupakan tempat berdirinya dan berkembangnya perusahaan rokok Bentoel. Di bidang pariwisata, suasana Malang yang sejuk dan terletak di dataran tinggi seperti saudaranya Kota Batu, membuat wisatawan baik domestik maupun mancanegara tertarik untuk mengunjungi Malang. Di Malang juga banyak dijumpai hotel dan rumah singgah / guest house mewah yang mengakomodir kunjungan wisatawan.

Pariwisata
Museum dan perpustakaan
  • Museum Brawijaya Malang
  • Museum Bentoel
  • Museum Mpu Purwa
  • Museum Zoologi Frater Vianney
  • Museum Malang Tempo Doeloe
  • Perpustakaan Kota Malang (Jalan Ijen)

Monumen dan tugu peringatan

Monumen Tugu Malang pada malam hari dengan latar belakang Balai Kota

Monumen Tentara Genie Pelajar (TGP) Malang

Sebagai kota besar Kota Malang terlibat dalam berbagai peristiwa bersejarah yang terjadi di Indonesia. Untuk menandai peristiwa tersebut dibuat berbagai monumen dan tugu peringatan.

  • Monumen Tugu Malang. Lokasi Jalan Tugu
  • Monumen Adipura. Lokasi Jalan Semeru
  • Monumen TGP (Tentara Genie Pelajar). Lokasi Jalan Semeru.
  • Monumen Pesawat MIG-17 Fresco yang berperan dalam Operasi Trikora. Lokasi Jalan Soekarno-Hatta.
  • Monumen Pahlawan TRIP. Lokasi Jalan Pahlawan TRIP.
  • Monumen Juang. Lokasi Jalan Kertanegara.
  • Monumen Hamid Rusdi. Lokasi Jalan Simpang Balapan
  • Monumen Panglima Sudirman. Lokasi Jalan Panglima Sudirman
  • Monumen Singo Edan. Lokasi Taman Bentoel Trunojoyo
  • Monumen Arema. Lokasi Jalan Lembang
  • Monumen KNIP Malang. Lokasi utara Alun-Alun Kota (Mall Sarinah)
  • Monumen Melati (Monumen Kadet Suropati). Lokasi Jalan Ijen
  • Monumen Chairil Anwar. Lokasi Jalan Basuki Rahmat (Kayutangan)
  • Monumen Patung Ken Dedes. Lokasi gerbang masuk Kota Malang di utara

Monumen Pesawat MIG-17 Fresco

Taman rekreasi dan pasar wisata
  • Taman Rekreasi Senaputra
  • Taman Wisata Tlogomas
  • Pasar Minggu Semeru (Jalan Semeru)
  • Pasar Minggu Vellodrome (lingkar luar arena Velodrome Sawojajar)
  • Wisata Kuliner Pulosari
  • Taman Kridha Budaya Jawa Timur
  • Taman Rekreasi Lembah Dieng
  • Playground
  • Malang Tempoe Doeloe 1 tahun sekali dan di adakan saat pertengahan tahun.
  • Taman Wisata Wendit
Kampung Wisata

Kampung Wisata Jodipan adalah kampung tematik pertama di Kel.Jodipan, Kota Malang.

  • Kampung Wisata Jodipan
  • Kampung Glintung Go Green
Sarana olahraga
  • Stadion Gajayana Malang
  • GOR Ken Arok
  • GOR Bima Sakti
  • Arena Balap Vellodrome
  • Araya Golf & Family Club
  • Dieng Family Club
  • Lembah Dieng swimming pool
  • Futsal Champion, Futsal Arena, dll
Mall dan pusat perbelanjaan

Malang Town Square.

Pasar Oro-Oro Dowo, pasar tradisional terbersih di Kota Malang.

  • Mall Olympic Garden, Jalan Kawi
  • Malang Town Square, Jalan Veteran
  • Malang City PointCITYWALK, Jalan Terusan Dieng
  • Mall Sarinah, Jalan Basuki Rachmat
  • Mall Dinoyo City, Jalan M.T. Haryono
  • Plaza Malang, Jalan K.H. Agus Salim
  • Gajah Mada Plaza, Jalan K.H. Agus Salim
  • Mall Mitra I Dept. Store, Jalan K.H. Agus Salim
  • Mall Carrefour Express, Jalan Ahmad Yani
  • Mall Matahari Dept. Store, Pasar Besar
  • Mall Alun Alun (Ramayana), Jalan Merdeka
  • Cyber Mall Malang, Jalan Raya Langsep
  • @MX Mall, Jalan Veteran
  • Plaza Araya, Jalan Pondok Blimbing Indah
  • Hartono Elektronik
  • Gunung Sari Intan
  • TREND Shop
  • Sardo Swalayan
  • Avia, Jalan J.A. Suprapto
  • Hypermart Veteran
  • Giant Ekspres Kawi
  • Giant Ekspres Dinoyo
  • Giant Ekspres Sawojajar
  • Giant Ekspres Plaza Araya
  • Giant Ekstra MOG
  • Pasar Besar Malang
  • Pasar Rakyat Oro-Oro Dowo
  • Pasar Blimbing
  • Pasar Raya Dinoyo
  • Pasar Bunulrejo
  • Pasar Mergan
  • Pasar Tawangmangu
  • Pasar Bareng
  • Pasar Sukun
  • Pasar Gadang
  • Pasar Induk Gadang
  • Pasar Burung & Tanaman Hias
  • Pasar Comboran
  • Pasar Kasin
  • Pasar Kebalen
  • Pasar Madyopuro
  • Pasar Sawojajar
  • Pasar Klojen
  • Pasar Bandulan
  • Pertokoan Kayutangan
  • Pertokoan Arif Margono
  • Pusat Ruko Sawojajar
  • Pusat Ruko WOW, Jalan Raya Sawojajar
  • Pusat Ruko Sulfat
  • Sentra Industri Keripik Tempe Sanan
  • Sentra Kuliner Pulosari
Bioskop
  • Mandala 21
  • Dieng 21
  • Sarinah Cineplex
  • Dinoyo Cineplex
Angkutan pariwisata

Bus Macyto.

Sejak awal tahun 2015, pemerintah kota Malang meluncurkan sistem angkutan bus tingkat wisata yang dinamai Bus Macyto atau Malang City Tour. Bus ini beroperasi di Kota Malang dan rutenya melewati beberapa titik-titik penting di tiap sudut kota di antaranya beberapa museum-museum penting, kawasan Jalan Ijen, wisata kuliner, dan sebagainya.

Akomodasi

Sarana akomodasi di kota Malang terdapat beragam mulai hotel berbintang, apartemen, losmen, hingga rumah singgah / guest house yang tersebar di seluruh penjuru kota.

Industri

Kota Malang memiliki pola pertumbuhan industri yang unik, dimana sebagian besar industrinya disokong oleh sektor industri kecil dan mikro. Hanya terdapat beberapa industri manufaktur besar yang terdapat di Kota Malang sebagian disusun atas industri manufaktur padat karya.

Industri manufaktur
  • Industri Rokok
  • Industri Karoseri dan Body Repair
  • Industri Tekstil & Garmen
  • Industri Persenjataan Pesawat Tempur (Pabrikan Sari Bahari, Malang)
Industri kecil dan mikro
  • Industri Tempe dan Keripik Tempe
  • Industri Makanan & Minuman
  • Industri Kerajinan Kaos Arema
  • Industri Kerajinan Sarung Bantal Dekorasi
  • Industri Kerajinan Rotan
  • Industri Kerajinan Mebel
  • Industri Kerajinan Topeng Malangan
  • Industri Kerajinan Lampion
  • Industri Kerajinan Patung & Taman
  • Industri Kerajinan Keramik & Gerabah
  • Industri Advertising dan Percetakan
Kompleks industri manufaktur dan sentra industri mikro
  • Kompleks Industri Karya Timur
  • Kompleks Industri Karanglo
  • Kompleks Industri Pandanwangi
  • Sentra Industri Keripik Tempe Sanan
  • Sentra Industri Mebel Blimbing
  • Sentra Industri Rotan Arjosari
  • Sentra Industri Keramik Dinoyo
  • Sentra industri sarang burung
Pendidikan
Perguruan tinggi

Malang juga dikenal sebagai Kota Pendidikan, karena memiliki sejumlah perguruan tinggi ternama, Sebagai kota pendidikan, banyak mahasiswa berasal dari luar Malang yang kemudian menetap di Malang, terutama dari wilayah Indonesia Timur seperti Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, Maluku, dan Papua, bahkan dari luar negeri sekalipun. berikut adalah nama-nama perguruan tinggi di Malang :

  • Universitas Brawijaya(UB)
  • Universitas Negeri Malang(UM)
  • Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang(UIN Malik Ibrahim)
  • Universitas Muhammadiyah Malang(UMM)
  • Universitas Merdeka Malang(UNMER)
  • Universitas Gajayana(UNIGA)
  • Universitas Islam Malang(UNISMA)
  • Universitas Kanjuruhan(UNIKAN)
  • Universitas WisnuwardhanaMalang
  • Universitas Widyagama(UWIGA)
  • Universitas Ma Chung
  • Universitas Kristen Ciptawacana
  • Universitas Katolik Widya Karya
  • Universitas Tribhuwana Tungga Dewi
  • IKIP Budi Utomo
  • Institut Pertanian Malang
  • Institut Teknologi Palapa Malang
  • Institut Teknologi Nasional(ITN)
  • Politeknik Negeri Malang(POLINEMA)
  • Politeknik Kota Malang(POLTEKOM)
  • Politeknik Kesehatan Malang (POLTEKES)
  • Perguruan Tinggi ASIA
  • Akademi Pemerintah Dalam Negeri
  • Akademi Penyuluh Pertanian (APP)
  • Akademi Kebidanan Widyagama Husada Malang
  • Akademi Keperawatan Ken Dedes
  • Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Negeri
  • Sekolah Tinggi Akuntansi Negara(STAN)
  • Sekolah Tinggi Teknik Atlas Nusantara
  • Sekolah Tinggi Bahasa Asing Malang
  • Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Widya Sasana
  • Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Malang
  • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia
  • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indoçakti
  • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kertanegara
  • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jaya Negara
  • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pemnas Indonesia
  • Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sunan Giri
  • Sekolah Tinggi Ilmu Perikanan Malang
  • Sekolah Tinggi Teologi Satyabhakti
  • Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana
  • Sekolah Tinggi Teknik Budi Utomo
  • Sekolah Tinggi Sosial Politik Waskita Darma
  • Sekolah Tinggi Informatika & Komputer Indonesia
  • STECOM RRI (STT RRI) Malang
  • STIKES Maharani Malang
  • STIKES Widyagama
  • STIE Malangkuçeçwara
  • STMIK Indonesia
  • STMIK Ppkia Pradnya Paramita
  • DLL

Kompleks Universitas Brawijaya (kiri gambar) terlihat dalam Skyline Kawasan Malang Barat.

Sekolah Menengah Atas (SMA)

Selain perguruan tinggi, ada beberapa sekolah menengah atas yang namanya sudah terkenal hingga tingkat nasional bahkan internasional. Beberapa di antaranya bahkan telah ditetapkan sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional, dipelopori oleh SMA Negeri 3 Malang, selanjutnya diikuti oleh SMA Negeri 1, 4, 5, 8, 10 Malang dan SMA Katolik St. Albertus Malang (SMA Dempo). Sedangkan SMA Swasta lainnya yang cukup bergengsi di Kota Malang antara lain SMA Katolik Kolese Santo Yusup (Hua Ind), SMAK Santa Maria (SMA Langsep), SMAK Cor Jesu, Charis National Academy dan sebagainya.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

Selain itu ada SMK yang menjadi andalan kota Malang yaitu SMK Negeri 4 Malang. Sekolah ini sudah terkenal di dunia Internasional dan Nasional karena prestasi dan Kualitasnya yang sangat baik. Selain itu ada SMK Negeri 8 Malang, SMK Negeri 12 Malang, SMK Negeri 5 Malang, SMK Cor Jesu. yang berstatus SMK Bertaraf Internasional. Adapun sekolah swasta yang menjadi pesaing adalah SMK Telkom Sandhy Putra Malang dan SMK PGRI 3 Malang.

Madrasah Aliyah (MA)

Selain sekolah menengah umum. Di Kota Malang juga terdapat Madrasah Aliyah (MA) Negeri dan Swasta. Berbeda dengan SMA dan SMK yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan, Madrasah Aliyah berada di bawah naungan Kementerian Agama. Madrasah Aliyah Negeri ada tiga, yakni MAN 1 Malang, MAN 2 Malang, dan MAN 3 Malang (MAN 3 Malang lebih dikenal dengan Madrasah Terpadu karena berada dalam satu kompleks bersama MIN 1 Malang dan MTsN 1 Malang). Sebagai sekolah yang berbasis Pendidikan Agama Islam, Madrasah Aliyah di Kota Malang ini juga mampu bersaing dengan sekolah umum lainnya, bahkan mampu meraih prestasi nasional. Madrasah Aliyah Swasta lebih banyak didirikan dan dikembangkan oleh yayasan dan organisasi Islam, seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

Kesehatan

Berikut ini adalah daftar rumah sakit yang ada di kota Malang:

  • Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar
  • Rumah Sakit Tentara Dr. Soepraoen
  • Rumah Sakit Umum Pemerintah Kota Malang
  • Persada Hospital
  • Rumah Sakit Katolik Panti Waluyo
  • Rumah Sakit Panti Nirmala
  • Rumah Sakit Umum PTPN XI Lavalette
  • Rumah Sakit Islam Aisyiyah Malang
  • Rumah Sakit Islam Malang
  • Rumah Sakit Islam Unisma
  • Rumah Sakit akademik Muhammadiyah
  • Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan
  • Rumah Sakit Lembaga Pemasyarakatan Malang
  • Sabilillah Medical Service (SMS)
  • Rumah Sakit Khusus Bedah Manu Husada
  • Rumah Sakit Ibu dan Anak Mutiara Bunda
  • Rumah Sakit Ibu dan Anak Permata Hati
  • Rumah Sakit Ibu dan Anak Reffa Husada
  • Rumah Sakit Ibu Anak Mardi Waloeja Kauman
  • Rumah Sakit Ibu Anak Husanda Bunda
  • Rumah Sakit Ibu Anak Melati Husada
  • Rumah Sakit Ibu Anak Hermina Tangkuban Perahu
  • Rumah Sakit Ibu Anak Puri Bunda
  • Rumah Sakit Bersalin Mardi Waloeja Rampal
  • Rumah Sakit Bersalin Puri
  • Rumah Sakit Bersalin Harmoni Gajayana
  • Rumah Sakit Bersalin Muhammadiyah
Kebudayaan

Kekayaan etnis dan budaya yang dimiliki Kota Malang berpengaruh terhadap kesenian tradisional yang ada. Salah satunya yang terkenal adalah Wayang Topeng Malangan (Topeng Malang), namun kini semakin terkikis oleh kesenian modern. Gaya kesenian ini adalah wujud pertemuan tiga budaya (Jawa Tengahan, Madura, dan Tengger). Hal tersebut terjadi karena Malang memiliki tiga sub-kultur, yaitu sub-kultur budaya Jawa Tengahan yang hidup di lereng gunung Kawi, sub-kultur Madura di lereng gunung Arjuno, dan sub-kultur Tengger sisa budaya Majapahit di lereng gunung Bromo-Semeru. Etnik masyarakat Malang terkenal religius, dinamis, suka bekerja keras, lugas dan bangga dengan identitasnya sebagai Arek Malang (AREMA) serta menjunjung tinggi kebersamaan dan setia kepada Malang.

Di kota Malang juga terdapat tempat yang merupakan sarana apresiasi budaya Jawa Timur yaitu Taman Krida Budaya Jawa Timur, di tempat ini sering ditampilkan aneka budaya khas Jawa Timur seperti Ludruk, Ketoprak, Wayang Orang, Wayang Kulit, Reog, Kuda Lumping, Sendra tari, saat ini bertambah kesenian baru yang kian berkembang pesat di kota Malang yaitu kesenian “Bantengan” kesenian ini merupakan hasil dari kreatifitas masyarakat asli Malang, sejak dahulu sebenarnya kesenian ini sudah dikenal oleh masyarakat Malang namun baru sekaranglah “Bantengan” lebih dikenal oleh masyarakat tidak hanya masyarakat lokal namun juga luar daerah bahkan mancanegara. Khusus di Malang sering diadakan pergelaran bantengan hampir setiap perayaan hari besar baik keagamaan maupun peringatan hari kemerdekaan.

Festival tahunan yang menjadi event ikon kota juga sering diadakan setiap tahunnya. Beberapa festival kota tahunan diantaranya adalah:

  • Festival Malang Kembali: Diadakan untuk memperingati HUT Kota Malang, biasa digelar pada tanggal 21 Mei. Festival ini mengusung situasi kota pada masa lalu, mengubah jalan-jalan protokol kota menjadi museum hidup selama kurang lebih 1 minggu festival ini diadakan.
  • Karnaval Bunga
  • Karnaval Lampion: Biasa diadakan untuk merayakan hari raya imlek.
Lingkungan
Taman

Taman Alun-Alun Merdeka.

Taman Bentoel Trunojoyo.

Kota Malang merupakan salah satu kota terbersih dan terindah di Indonesia. Taman-taman kota yang rindang dan indah di beberapa sudut kota merupakan salah satu kuncinya. Taman kota di Malang di antaranya adalah:

  • Tarekot (Taman Rekreasi Kota), terletak di belakang kompleks balai kota Malang
  • Alun-Alun Merdeka (terletak di depan Masjid Jami’ Kota Malang)
  • Alun-Alun Tugu (terletak di depan balai kota Malang)
  • Hutan Kota Malabar
  • Merbabu Family Park
  • Taman Bentoel Trunojoyo, terletak di Jalan Trunojoyo di depan Stasiun Kota Baru, Malang.
  • Taman Kunang-Kunang, terletak di sepanjang Jl. Jakarta
  • Taman Singha Merjosari
  • Taman Halmahera di Jl. Halmahera
  • Taman Slamet, terletak di Jl. Gunung Slamet (kini disebut Jl. Taman Slamet)
  • Taman Ronggowarsito, terletak tepat di depan Stasiun Kota Baru, dengan ikon Monumen Juang
Penghargaan

Di bidang lingkungan, Kota Malang telah beberapa kali meraih penghargaan di antaranya adipura, adipura kencana, adiwiyata, wahana tata nugraha, dan sebagainya. Namun, terlepas dari itu tak sedikit beberapa titik di Kota Malang masih terlihat kurang tertata. Hal ini menjadi perhatian pemerintah kota Malang untuk menata kembali lingkungan kawasan tersebut.

Transportasi
Darat
Jalan raya

Kota Malang merupakan salah satu pusat transportasi darat yang terpenting di Jawa Timur bagian selatan, yaitu pertemuan dari sejumlah jalan raya yang menghubungkan Malang dengan kota-kota lainnya di Pulau Jawa. Malang terhubung dengan jalan nasional, yaitu Rute 23 dengan rute Gempol-Kepanjen. Malang juga dihubungkan dengan beberapa jalan provinsi yang terhubung dengan Batu serta kota-kota lainnya di Jawa Timur, seperti Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Blitar, Kediri, dan kota lainnya di Pulau Jawa. Malang juga terhubung dengan Jalur Lintas Selatan Jawa Timur sepanjang 635 kilometer yang menghubungkan antara Pacitan dengan Banyuwangi. Jalan tol yang dalam waktu dekat segera terhubung dengan kota Malang adalah ruas Pandaan-Malang yang terhubung dengan ruas Surabaya-Porong, Porong-Gempol, serta Gempol Pandaan yang akan menghubungkan Malang dengan Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur, serta Jawa Timur bagian utara dan wilayah Mataraman (Jawa Timur bagian barat). Ruas Tol Pandaan-Malang juga akan terhubung dengan ruas Gempol-Pasuruan yang menghubungkan Malang atau Jawa Timur bagian selatan dengan wilayah Tapal Kuda di Jawa Timur. Ruas tol Pandaan-Malang juga akan menghubungkan kota Malang dengan Bandara Abdul Rachman Saleh.

Kereta api

Stasiun Malang Kota Baru

Kota Malang dilalui jalur kereta api jurusan Malang-Jakarta oleh kereta api Gajayana (eksekutif), kereta api Bima (eksekutif) , kereta api Majapahit (Ekonomi AC non-PSO), kereta api Jayabaya (Ekonomi AC non-PSO), dan Matarmaja (Ekonomi AC PSO). Jurusan Malang-Bandung kereta api Malabar (eksekutif-bisnis-ekonomi). Jurusan Malang-Yogyakarta kereta api Malioboro Ekspres (eksekutif). Malang-Banyuwangi kereta api Tawang Alun (ekonomi). Untuk jalur kereta api yang melalui Surabaya-Malang-Blitar-Kediri-Kertosono adalah Kereta api harian kelas ekonomi (Penataran) melayani jalur Surabaya-Malang via Bangil. Serta Kereta api Tumapel (ekonomi) jurusan Malang-Surabaya. Stasiun utama adalah Stasiun Malang (Kotabaru) (+444 M). 2 Stasiun lainnya adalah Stasiun Malang Kotalama (+429 M) dan Stasiun Blimbing (+460 M).

Bus

Untuk jalur bus, Terminal Arjosari yang merupakan terminal terbesar di Malang melayani rute ke seluruh jurusan kota-kota utama di pulau Jawa, Bali, NTB dan Sumatera baik kelas ekonomi, Bisnis maupun eksekutif. Untuk pemberangkatan tujuan luar kota Malang terminal Arjosari tidak siaga 24 jam. Pemberangkatan bus terakhir ke Surabaya habis pukul 22.30 WIB dan Baru ada pagi hari pukul 03.00 WIB. Sedangkan untuk kedatangan bus dari luar kota ke Arjosari siaga 24 jam. Terminal Arjosari relatif aman dari calo yang sering memaksa penumpang. Saat ini biaya peron/jasa ruang tunggu Terminal Arjosari telah dihapuskan (gratis).Terminal Gadang melayani rute Malang-Lumajang, Malang-Blitar-Tulungagung-Trenggalek. Namun, saat ini keberadaan Terminal Gadang telah digantikan oleh Terminal Hamid Rusdi yang terletak kurang lebih 2 KM di sebelah timur Terminal Gadang. Sedangkan Terminal Landungsari melayani rute Malang-Kediri, Malang-Jombang dan Malang-Tuban.

Adapun 2 sub terminal lainnya adalah Sub-Terminal Madyopuro di bagian timur Kota Malang, tepatnya di daerah Madyopuro (dekat Sawojajar) dan Sub-Terminal Mulyorejo yang terlatak di sebelah barat daya Kota Malang, tepatnya di daerah Mulyorejo Kecamatan Sukun. Terminal tersebut hanya disinggahi oleh angkutan kota.

Angkutan kota

Kelima terminal yang ada di Kota Malang terhubung dengan berbagai angkutan kota (biasa disebut angkota atau mikrolet). Angkota atau mikrolet ini ada 2 macam, yakni mikrolet untuk jalur dalam kota dan mikrolet untuk jalur luar kota. Mikrolet jalur dalam kota berwarna biru tua dengan kode garis warna yang beragam untuk membedakan jalurnya, contoh: Arjosari-Gadang (AG) dengan garis warna oranye (saat ini huruf G diganti dengan huruf H untuk Hamid Rusdi), Landungsari-Dinoyo-Hamid Rusdi (LDG, sebelumnya LDH)dengan garis warna putih, Arjosari-Landungsari (AL)dengan garis putih-merah, dan lain sebagainya. Termasuk juga dengan angkot yang menuju sub-terminal. Sedangkan mikrolet untuk jalur luar kota (dari Kota Malang ke Kabupaten Malang atau Kota Batu) berwarna selain biru tua, contoh: LA (Lawang-Arjosari) berwarna hijau, TA (Tumpang-Arjosari) berwarna putih atau putih-hijau, BL (Batu-Landungsari) berwarna ungu muda, dan lain sebagainya.

Trayek angkutan kota

Terdapat sekitar 25 trayek angkota di Kota Malang. Tidak semua angkota di Malang beroperasi 24 jam hanya angkot yang melewati jalur tengah saja yang melayani penumpang 24 jam seperti angkot AG dan GA (Arjosari-Gadang) via alun-alun. Sejak penyesuaian subsidi BBM, mulai tanggal 26 Juni 2013, tarif angkota di Kota Malang ini (sesuai Peraturan Walikota Malang No. 24 Tahun 2013 tentang Tarip Angkutan) sebesar Rp 3.000,- (untuk umum) dan Rp 2.000,- (untuk pelajar).

Berikut ini trayek angkutan kota yang melewati jalur dalam Kota Malang

Trayek Angkutan Kota Malang 

Angkutan massal cepat

Pemerintah kota Malang tengah merencanakan pembangunan sistem transportasi massal dalam kota berbasis rel dalam bentuk monorel dan kereta gantung Gondola.[9] Beberapa pengamat transportasi dari perguruan tinggi di Malang menilai wacana pembangunan kereta gantung Gondola tidak cocok menjadi alat transportasi massal di Malang karena tidak sesuai dengan mobilitas masyarakat setempat yang tinggi serta pertimbangan aspek keamanan dan keselamatan penumpang, sehingga saat ini pemerintah kota Malang fokus mematangkan wacana pembangunan Monorel yang telah mendapat sambutan dari masyarakat Kota Malang dalam mengatasi kemacetan yang terjadi di jalan-jalan protokol Kota Malang.[10][11][12] Rencananya, monorel tersebut akan diletakkan di depan Stasiun Malang. Dari sana, monorel itu nantinya akan menjangkau pusat pendidikan, mal dan rumah sakit.

Udara

Kota Malang dan seluruh kawasan Malang Raya dilayani oleh sebuah bandar udara yang bernama Bandar Udara Abdul Rachman Saleh yang lokasinya berada di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Bandara Abdul Rachman Saleh menghubungkan Malang dengan kota-kota lainnya di Indonesia seperti Jakarta, Denpasar, Makassar, dan sebagainya. Bandara Abdul Rachman Saleh juga menjadi bandara terbesar kedua di Jawa Timur setelah Bandara Juanda di Surabaya. Bandara ini mulai berkembang sejak peristiwa Lumpur Lapindo yang menghambat perjalanan dari Malang ke Bandara Juanda. Sebelumnya bandara ini adalah bandara militer yang sesekali digunakan untuk kegiatan tertentu, seperti balap mobil drag race yang memerlukan lintasan yang panjang. Rencananya, Bandara Abdul Rachman Saleh akan ditingkatkan statusnya menjadi bandara internasional serta memperpanjang landasan pacu bandara.[14][15] Selain itu, bandara ini akan terhubung dengan ruas tol Malang-Pandaan yang tengah dalam tahap perencanaan.

Kuliner
Masakan

Kota Malang mempunyai beberapa Masakan khas, di antaranya:

  • Bakso Malang
  • Orem-orem
  • Bakso Bakar
  • Cwie Mie / sejenis pangsit mie dengan taburansawi hijau
  • Rawonkhas Malang
  • Soto ayam Gang Lombok
  • Kaldu kambing kacang hijau
  • Soto kambingTunggulwulung
  • Nasi Bug
  • Nasi pecel
  • Sop dengkul
  • Sayur asemdengan buah apel
  • Tahu campur
  • Mendol
  • Tahu Telur
Jajanan

Kota Malang mempunyai beberapa Jajanan khas, di antaranya:

  • Tempedan Kripik tempe Sanan
  • Tahu sukun
  • Orem-orem
  • Arbanat
  • Mendoan
  • Tempe Kacang
  • Gandos
  • Kokam
Idol Grup

Kota Malang dipilih sebagai sister dari AKB48 dari..Tokyo dan JKT48 dari Jakarta memebentuk saudara grup baru MLG48 diambil dari nama Malang.

Minuman

Kota Malang mempunyai beberapa Minuman khas, di antaranya:

  • Angsle
  • Ronde
  • Es Gandul
Oleh-oleh

Kota Malang mempunyai beberapa Oleh-oleh khas, di antaranya:

  • Kripik buah (kripik apel, nangka, dll)
  • Pia mangkok
  • Strudel Malang
  • Kue ayas

Stadion Gajayana

Arema Cronus, salah satu klub sepak bola kebanggaan Malang Raya

Persema Malang, klub sepak bola asal Kota Malang

Di Malang terdapat beberapa klub olahraga, di antaranya:

  • Arema Cronus(Sepak bola)
  • Persema Malang(Sepak bola)
  • Bima sakti Nikko Steel/ Avian Bima Sakti (Basket)
  • United Kencana Bike TeamSepeda
  • Sasana Arema Singo Edan BCTinju
  • Sasana Dhory Gym BC MalangTinju
  • Sasana d’Kross Malang Kirno ArmaseTinju
  • Sasana Gajayana Boxing campTinju
  • Sasana Jaguar BC MalangTinju
  • Sasana Yon Bek Ang Boxing CampTinju
  • Brazilian Martial Arts Capoeira Senzala MalangCapoeira
  • mis(malang inline skate)sepatu roda
  • Obelisk Malang (Flag Football)

Cabang olahraga yang berkembang pesat di Malang di antaranya adalah sepak bola, bulu tangkis, tennis, voli, renang, dan lain sebagainya. Kota Malang memiliki sebuah stadion besar yaitu Stadion Gajayana yang berkapasitas 35.000 penonton yang menjadi markas utama dari Arema Cronus dan Persema Malang.

Media
Televisi

Daftar televisi terestrial (analog)

Kanal Signal Nama Status Nama Perusahaan Jaringan Pemilik
22 UHF 479.25 MHz Bios TV Lokal PT Bama Berita Sarana Televisi
PT Media Bintang Cemerlang
PT Bina Informasi Optima Solusindo
24 UHF 495.25 MHz RTV Nasional PT Metropolitan Televisindo
PT Nusantara Damai
Rajawali Corpora
26 UHF 511.25 MHz Dhamma TV Lokal PT Dhamma Joti
28 UHF 527.25 MHz Gajayana TV PT Gajayana Media Karya STTV
30 UHF 543.25 MHz Global TV Nasional PT Global Informasi Bermutu
PT GTV Tiga
Media Nusantara Citra
32 UHF 559.25 MHz atv Lokal LPP Lokal Agropolitan TV Pemerintah Kota Batu
34 UHF 575.25 MHz JTV PT Jawa Pos Media Televisi
PT Jannah Batu Televisi
Jawa Pos TV Jawa Pos Group
36 UHF 591.25 MHz MNCTV Nasional PT Media Nusantara Citra Televisi
PT TPI Tiga
Media Nusantara Citra
38 UHF 607.25 MHz Indosiar PT Indosiar Visual Mandiri
PT Indosiar Surabaya Televisi
Surya Citra Media
40 UHF 623.25 MHz RCTI PT Rajawali Citra Televisi Indonesia
PT RCTI Tiga
Media Nusantara Citra
42 UHF 639.25 MHz TVRI Nasional Lembaga Penyiaran Publik TVRI TVRI Pemerintah Indonesia
TVRI Jawa Timur Lokal Pemerintah Jawa Timur
44 UHF 655.25 MHz antv Nasional PT Cakrawala Andalas Televisi Visi Media Asia
45 UHF 663.25 MHz Metro TV PT Media Televisi Indonesia
PT Media Televisi Lestari Satu
Media Group
46 UHF 671.25 MHz SCTV PT Surya Citra Televisi
PT Elang Citra Perkasa
Surya Citra Media
47 UHF 679.25 MHz Trans TV PT Televisi Transformasi Indonesia
PT Trans TV Jayapura Surabaya
Trans Media
48 UHF 687.25 MHz Batu TV Lokal PT Batu TV TempoTV
49 UHF 695.25 MHz Trans 7 Nasional PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh
PT Trans 7 Surabaya Manado
Trans Media
50 UHF 703.25 MHz Malang TV Lokal PT Malteve
51 UHF 711.25 MHz itv Malang Komunitas
52 UHF 719.25 MHz MHTV Malang Lokal PT Media Hutama Televisi
54 UHF 735.25 MHz tvOne Nasional PT Lativi Media Karya
PT Lativi Media Karya Surabaya dan Jambi
Visi Media Asia
56 UHF 751.25 MHz Miko TV Lokal PT Malang Infrakomindo Televisi
57 UHF 759.25 MHz UBTV Komunitas Universitas Brawijaya
58 UHF 767.25 MHz NET. Nasional PT Net Mediatama Indonesia
PT Televisi Anak Kota Malang
Indika Group
60 UHF 783.25 MHz Arema TV Lokal PT Arema Televisi Malang
62 UHF 799.25 MHz CRTV PT Syiar Media
Radio

Daftar stasiun radio di Malang, Jawa Timur di antaranya:

Nama Frekuensi Situs
RRI Malang Pro 1 FM 91,5
RRI Malang Pro 2 FM 87,9
RRI Malang Pro 3 FM 94,6
RRI Malang Pro 4 FM 105,3
Radio Kencana FM 91,9 http://kencanafm.com/
Radio Tritara Yaksa FM 106,1
Radio Citra Swara FM 99,4
Radio Senaputra FM 104,0
Radio Makobu FM 88,7 http://radiomakobufm.com/
Radio Cakra Buana (RCB) FM 89,5 http://rcbfm.net/
Radio Tidar Sakti FM 90,3
Radio Andalus FM 91,1
Bhiga FM FM 107,2
Radio Elfara FM 93,0 http://www.93elfarafm.com/
Radio Kosmonita FM 95,4 http://www.kosmonitafm.com/malang-prof.htm
Sound FM FM 96,2 http://www.sound962fm.com/
Mitra FM FM 97,0 http://mitrafm.com/
Radio KDS8 FM 97,8
Radio Solagracia FM 98,2 http://www.solagraciafm.com/
Radio Madina FM (Masjid Jami’) FM 99,8
UMM FM FM 93,4
Radio Dakwah Islamiyyah (RDI) FM 100,5
Radio MFM (Malang Kuçeçwara) FM 101,3 http://www.mfmmalang.com/
Kalimaya Bhaskara FM 102,1
Radio Puspita FM 103,7
Mitra Adi Swara (MAS) FM FM 104,5 http://www.radiomasfm.com/
Radio Tritara FM 106,1
Radio Kanjuruhan FM 106,5
Radio Sejahtera FM 107,3 http://www.sejahterafm.com/
Radio Suara Sangkakala FM 107,9
Radio Citra Swara FM 99,4
Radio H2FM FM 100,2 http://www.radioh2fm.com/
Radio Al-Umm FM 102,5
Radio Gita Lokaswara FM 102,9
Nama Frekuensi Situs
Buletin dan media massa lokal
  • Media Ummat(Tabloid terbitan MUI Kota Malang)
  • Jawa PosRadar Malang
  • Memo Arema
  • Malang Post
  • Malang Ekspres
Rupa-Rupa
Tokoh Malang

Daftar tokoh Malang

Malang banyak melahirkan tokoh-tokoh besar di tanah air. Sejumlah tokoh besar di tanah air yang berasal dari Malang antara lain adalah Andrie Wongso, Munir, Sudomo, Mochtar Riady, Widjojo Nitisastro, dan lain-lain. Sejumlah artis-artis besar di tanah air juga berasal dari Malang, di antaranya adalah Andhika Pratama, Della Puspita, Franda, Krisdayanti, Ririn Dwi Ariyanti, Rizal Djibran, Yuki Kato, Yuni Shara, dan lain-lain.

Julukan
  • Paris van Oost-Java, karena kondisi alamnya yang indah, iklimnya yang sejuk serta kotanya yang bersih dan indah, bagaikan kota “Paris” di timur Jawa.
  • Kota Wisata, kondisi alam yang elok dan menawan, bersih, sejuk, tenang dan fasilitas wisata yang memadai merupakan ciri-ciri sebuah kota tempat berlibur.
  • Kota Pendidikan, situasi kota yang tenang, penduduknya ramah, harga makanan yang relatif murah dan fasilitas pendidikan yang memadai sangat cocok untuk belajar/menempuh pendidikan. Sedikitnya ada lima universitas negeri yang berdiri di Malang: Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Islam Negeri Malang, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Negeri Kesehatan Malang dan puluhan atau mungkin ratusan PTS.
  • Kota Militer, terpilih sebagai Kota Kesatrian. Di kota Malang ini didirikan tempat pelatihan militer, asrama dan mess perwira di sekitar lapangan Rampal, dan pada zaman Jepang dibangun lapangan terbang “Sundeng” di kawasan Perumnas sekarang.
  • Kota Sejarah, sebagai kota yang menyimpan misteri embrio tumbuhnya kerajaan-kerajaan besar seperti Tumapel, Kanjuruhan, Singosari, Kediri (Dhoho), Mojopahit, Demak dan Mataram. Di kota Malang juga terukir awal kemerdekaan Republik bahkan kota Malang tercatat masuk nominasi akan dijadikan Ibukota Negara Republik Indonesia.
  • Kota Bunga, cita-cita yang merebak di hati setiap warga kota senantiasa menyemarakkan sudut kota dan tiap jengkal tanah warga dengan warna-warni bunga.
  • Kota Olahraga, Banyak lahir bibit-bibit olahragawan yang berasal dari Malang, yang paling terkenal dengan olah raga sepak bolanya terbukti dengan berdirinya 2 team sepak bola seperti Persema dan Arema yang mempunyai prestasi cukup baik di tingkat regional dan nasional,di tambah lagi supporter yang sangat fanatik dan atraktif Ngalamania serta Aremania.
  • Kota Apel, mempunyai produksiapel melimpah yang pusat produksinya berada di luar wilayah kota Malang, yakni Kota Batu dan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Apel ini banyak di ekspor ke dalam dan luar negeri. Di sana apel diolah menjadi bermacam-macam makanan maupun minuman, contohnya Sari apel, Keripik Apel, Manisan dll.
  • Kota Susu, mempunyai produksi susu skala nasional dan internasional yang produksinya terletak diKecamatan Pujon, yang termasuk wilayah Kabupaten Malang. Susu yang didapatkan berasal dari sapi luar negeri sehingga susu yang diperoleh mempunyai kualitas bagus.
  • Kota Dingin, karena memiliki letak geografis yang dikelilingi pegunungan, yaitu pegunungan Arjuno-Welirang, pegunungan Butak-Kawi-Panderman, dan pegunungan Bromo-Tengger-Semeru.
  • Kota Pelajar, karena Malang memiliki banyak universitas negeri ataupun swsta yang cukup terkenal sehingga banyak orang dari luar pulau yang pindah ke Malang untuk mencari pendidikan yang lebih baik dari kota lain.
  • Kota Kuliner, karena di Malang banyak terdapat jenis makanan khas yang menggugah selera banyak wisatawan.

Logo HUT Ke- 103 Kota Malang Tahun 2017

Menjelang hari jadinya pada 1 April nanti sebagaimana tahun-tahun sebelumnya Pemkot Malang kembali meluncurkan logo HUT Kota Malang. Berbeda dengan logo tiga tahun terakhir yang terkesan monoton, logo HUT ke-103 kali ini terkesan lebih segar, energik dan lebih artistik!.

Didominasi warna hijau, logo HUT berbentuk lingkaran tersebut menampilkan maskot anyar kota Arema ini. Maskot berupa dwi fauna iconik Kota Ngalam, Singa dan Burung Manyar bernama Osi dan Ji yang dilaunching pada Desember tahun lalu itu memperkuat kesan energik. Teks “Kota Malang” yang melingkar mengikuti line out bagian atas juga mengurangi kesan kaku dan formal. Termasuk tulisan “103 th” berwarna orange yang hampir memenuhi space bagian bawah, berhasil terlihat menonjol tanpa mengurangi kesan artistik. Lebih-lebih barisan font warna putih  “1 APRIL 1914 – 1 APRIL 2017” diatas banner coklat di bawahnya juga memperkuat kesan tersebut.

Tak salah jika beberapa kera Ngalam (arek Malang) mengajungkan jempolnya dan berujar “Mbois ilakes!”, ketika ditunjukkan logo HUT terbaru tersebut dan perbedaannya dengan logo-logo HUT Kota Malang sebelumnya, setidaknya dalam empat tahun terakhir seperti di bawah ini: .

Transformasi Logo HUT Kota Malang 4 tahun terakhir (sumber: timesindonesia.co.id, edisi 01/04/2016)

Transformasi ilustrasi logo HUT Kota Malang tersebut, selain ingin semakin meneguhkan karekater Kota Malang yang enerjik dan dinamis dalam segala zaman, tampaknya juga menjawab kritikan sejumlah pihak khususnya netizen yang menganggap logo HUT Kota Malang selama 3 tahun terakhir kurang kreatif dan ketinggalan jaman.

Di era tsunami informasi digital seperti saat ini, aspirasi dan suara-suara kepedulian warga kota dalam berbagai aspek memang lebih mudah diaktualisasikan. Termasuk untuk urusan yang mungkin oleh sebagian kalangan warga lainnya adalah hal yang sepele: sebuah LOGO!. Tapi logo adalah refleksi identitas, kebanggaan, keinginan, cita-cita, visi- misi, bahkan lebih luas lagi: kebudayaan dan peradapan.

Dan, Pemkot Malang kini telah merespon positif suara-suara tersebut. Selamat Ultah kotaku! bersama Osi & Ji kera-kera Ngalam akan membuatmu sebagai kota yang semakin kreatif.

Ssumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Malang, http://kelkiduldalem.malangkota.go.id/2017/03/20/mbois-ilakes-inilah-logo-hut-ke-103-kota-malang/

 


Kategori

Bahasa

English
German
Dutch

Japanese
Arabic