Category Archives: Artikel

  • -

Semangat di Tahun 72 Indonesia Merdeka dan Bergerak Bersama Mewujudkan Generasi Melek Informasi… !!!

Category : Artikel

Teknologi dan informasi merupakan seperangkat kesatuan yang saling berhubungan khususnya di era sekarang ini yaitu abad informasi. Berbagai fenomena bermunculan dengan berbagai perkembangan dan dampak dari perkembangan teknologi informasi. Tak dapat dipungkiri bahwa salah satu implikasi yang tak terelakkan adalah munculnya suatu revolusi informasi yang kemudian melahirkan sebuah masyarakat dengan keadaan bahwa produksi, distribusi dan manipulasi informasi menjadi suatu kegiatan utama atau yang lebih dikenal dengan istilah masyarakat informasi.

Perpustakaan sebagai salah satu pusat sumber informasi memiliki berbagai tuntutan sejalan dengan perkembangan masyarakat informasi tersebut. Disisi lain pustakawan sebagai agen informasi didalamnya sebagai pemegang kunci bisakah perpustakaan mengatasi berbagai tuntutan tersebut. Salah satu wujud nyata adalah dengan mencoba membangun suatu pola pikir dan paradigma pengelolaan informasi dengan tidak mengesampingkan akan perkembangan-perkembangan teknologi yaitu dengan menerapkan teknologi-teknologi di perpustakaan baik itu untuk kemudahan dalam akses pengguna maupun kemudahan dalam proses pengelolaan.

Perlu diperhatikan aspek lain bahwa pustakawan disini bukan hanya sebagai pengelola unsur-unsur teknologi, data dan lain sebagainya. Namun jauh dari itu era masyarakat informasi ini pustakawan memiliki tugas moral sebagai agen informasi di mana pustakawan memiliki tanggung jawab bagaimana mereka dapat mencetak generasi-generasi era informasi ini dengan memiliki suatu kompetensi yaitu berupa melek informasi. Dengan semangat 45 periode 72 tahun Indonesia merdeka mari kita sebagai pustakawan agen informasi mulai membuka menset dan pola pikir bahwa kita bukan hanya terkpaku pada proses-proses teknis dalam dunia kepustakawanan, jauh dari itu mari kita bersama-sama mulai berusaha meningkatkan kompetensi generasi penerus menjadi generasi yang melek akan informasi. Hal ini dapat kita wujudkan dengan memberikan suatu pelatihan-pelatihan ketrampilan akses informasi kepada para penggua terhadap sumber yang relevan dengan kebutuhan mereka, merancang metode-metode baik berupa konsep ataupun produk yang diperuntukkan bagi pengguna sebagai kemudahan akses informasi, memberikan gagasan berupa rajin membuat karya tulis, penelitian dan sebagainya demi pengembangan keilmuan kepustakawanan khususnya yang berkaitan dengan bidang literasi informasi dan lain sebagainya. Jika semua itu dapat terwujud bukan tidak mungkin nantinya generasi penerus kedepannya akan lebih maju dan otomatis berdampak pada kemajuan negara Indonesia di mana mereka memiliki ide-ide kreatif dan selalu inovatif dengan kompetensi literasi informasi yang mereka miliki. (Niz)

 


  • -

Fenomena Cybercrime Sebagai Penyimpangan Gaya Hidup Generasi Virtual dan Peran Pustakawan

Category : Artikel

Kecanggihan teknologi informasi tak dapat dipungkiri bahwa perkembangannya semakin pesat seiring dengan perkembangan zaman. Salah satu implikasi yang tak terelakkan adalah munculnya suatu revolusi informasi yang kemudian melahirkan sebuah masyarakat informasi atau lebih dikenal dengan masyarakat virtual. Masyarakat virtual di sini merupakan suatu masyarakat yang dalam kehidupannya sangat familiar dengan teknologi informasi TI. Castells (2004: 3) mengemukakan bahwa fenomena yang terjadi tersebut yaitu tumbuh dan lahirnya masyarakat informasi sebagai awal akibat dari adanya suatu revolusi informasi dari kemajuan teknologi informasi tersebut juga telah membawa dampak pada perubahan ruang konvensional dalam interaksi menjadi ruang virtual dalam suatu masyarakat. Dalam kehidupannya masyarakat tidak canggung dengan penggunaan teknologi dalam membantu kehidupannya, bahkan dapat dikatakan mereka sangat bergantung akan teknologi tersebut.

Masayarakat era informasi atau masyarakat virtual ini sudah tidak asing dengan penggunaan teknologi-teknologi seperti iPad, handphone, internet dan perangkat TI yang lain. Dikalangan remaja atau generasi muda bahkan bukan hanya yang berada diperkotaan saja di daerah-daerahpun mereka kini telah mahir dan sangat familliar dengan saling berkirim SMS, chatting di dunia maya seperti melalui fasilitas facebook, twitter dan sebagainya. Aktivitas menelusur suatu informasi pun merupakan aktivitas keseharian yang semakin meluas dan berkembang. Menurut sumber dikemukakan bahwa Jumlah pengguna Internet di Indonesia tahun 2016 adalah 132,7 juta user atau sekitar 51,5% dari total jumlah penduduk Indonesia sebesar 256,2 juta (http://isparmo.web.id/2016/11/21/data-statistik-pengguna-internet-indonesia-2016/).

Sugihartati (2010: 11) mengemukakan berbeda dengan sarana hiburan lain salah satunya televisi yang bersifat pasif, dapat dikatakan bahwa penggunaan teknologi informasi (TI) seperti internet cenderung lebih bersifat aktif dan partisipatif. Tanpa disadari secara langsung bahwa dampak dari penggunaan teknologi informasi seperti internet tersebut secara intensif ternyata juga membawa suatu dampak dalam konteks pembahasan ini yaitu lebih pada dampak sosial yang ditimbulkan. Seorang remaja yang membuka dan mendaftarkan diri dalam sebuah akun di media sosial misalkan saja facebook, jika kita pelajari dan teliti lebih lanjut dapat dikatakan bahwa mereka bukan saja berpeluang untuk berelancar didunia maya untuk berkomunikasi dan berjejaring tetapi juga menjalin sebuah ke intiman di dunia maya. Kebanyakan bahkan sebagian besar dari mereka tidak memperhitungkan resiko dan dampak yang timbul jika hubungan tersebut dilakukan secara langsung dan personal melalui dunia nyata.

Realita yang sudah sering terjadi khususnya dikalangan remaja yaitu pada waktu kegiatan belajar para remaja sudah merasa sangat jenuh apabila belajar sudah dalam hitungan satu, dua jam namun dalam berselancar didunia maya selama berjam-jam itu tak terasa bahkan sampai lupa waktu. Berdasar pada realita sebagaimana diketahui sering terekspose pada berbagai berita bahwa penggunaan TI secara berlebih selain dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk menipu dan menjaring remaja untuk dijadikan korban trafficking. Kecenderungan remaja untuk memanfaatkan TI dan berselancar didunia maya juga berdampak pada kontra produktif bagi kondisi ekonomi dan kegiatan belajar mereka. Bahkan dari segi psikologis keterlibatan remaja dalam penggunaan internet yang berlebihan juga ditenggarai sebagai pemicu timbulnya pengaruh negatif terutama ketika mereka memanfaatkan fasilitas internet untuk mengakses informasi yang kurang sesuai dengan usia mereka seperti mengakses situs-situs porno, bahkan yang begitu ramai dan menjadi tranding topik yaitu dengan melakukan tindak kejahatan cybercrime. Tindak kejahatan cybercrime ini banyak dilakukan oleh mereka bukan hanya karena  ingin melakukan tindak kejahatan saja, namun tindak kejahatan tersebut merupakan tindak kejahatan yang membutuhkan suatu keahlian akan kecanggihan teknologi informasi. Berbagai kalangan dapat melakukan tindak kejahatan tersebut, sebagaimana kasus peretasan situs jual beli tiket online PT Global Networking yang telah terjadi akhir-akhir ini. Kasus tersebut cukup membuat kita sedikit mengelus dada bahwa ternyata pelaku tersebut bukanlah orang dewasa melainkan adalah seorang anak SMP yang masih di bawah umur.

Perpustakaan sebagai pusat sumber informasi dan pustakawan sebagai patner pendidik dalam hal ini memiliki peran sentral. Pustakawan haruslah merubah pola paradigma bahwa tugas pokok bukan hanya sekedar mengolah koleksi ataupun pekerjaan-pekerjaan teknis yang setiap hari dilakukan. Jauh dari itu sebagai patner pendidik pustakawan sangat perlu khususnya dalam ruang lingkup pendidikan dengan memberikan sumbangsih berupa pelatihan serta memberikan nilai-nilai pendidikan karakter. Hal tersebut dapat dilakukan misalkan melalui pendidikan literasi khususnya literasi ICT pada kalangan remaja agar mereka tidak sampai melakukan penyalah gunaan kecanggihan teknologi seperti cybercrime. (Niz)

Daftar Pustaka

Castells, Manuel. The Network Society:a cross-cultural perspective Massachutsetts:Edwar Elgar Publishing, 2004.

Rahma Sugihartati. Masyarakat Informasi dan Nergeneration. Jakarta: Prenata Media, 2011.

Sugihartati, Rahma. “Generasi Virtual: Gaya Hidup dan Dampak Sosialnya”. Palimset:Jurnal Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan, No.1 Th. 1. 2 Desember- Mei 2010.

 


  • 0

Selamat Hari Balita dan Anak-anak

Category : Artikel

Halo anak-anak  seluruh Indonesia!

Selamat Hari Balita dan Anak-anak!

Cikal muda, tunas pembaharu bangsa adalah aset yang harus kita jaga. Namun nasib balita dan anak-anak Indonesia masih perlu diperhatikan; busung lapar, berbagai penyakit lainnya hingga pendidikan kesehatan yg kurang adalah sekian dari banyaknya masalah yg harus kita selesaikan.

So, selamat tanggal 8! Yuk kita memperingati dengan menggagas dan upaya nyata!


  • 0

Si Unyil Pertama Kali Tayang di Televisi

Category : Artikel

 

Si Unyil  
Genre Anak-anak  
Format Wayang  
Pembuat Suyadi  
Negara Indonesia  
Bahasa Indonesia  
Produksi  
Durasi sekitar 30 menit  
Rumah produksi PPFN  
Siaran  
Stasiun televisi TVRI (1981-1993)
RCTI (2002-2003)
TPI (2003)
 
Siaran sejak 05 April 1981 – akhir 2003  
Kronologi  
Dilanjutkan oleh Laptop Si Unyil  

Si Unyil adalah film seri televisi Indonesia produksi PPFN yang mengudara setiap hari Minggu pagi di stasiun TVRI dimulai pada tanggal 5 April 1981 sampai 1993, Minggu pagi di stasiun RCTI dimulai pada tanggal 21 April 2002 hingga awal 2003 dan berpindah ke TPI pada medio 2003 hingga akhir 2003 setiap Minggu pukul 16.30 WIB sebelum program berita Lintas 5. Si Unyil ini diciptakan oleh Drs. Suyadi.

Sinopsis

Unyil dan Pak Raden

Ditujukan kepada anak-anak, film seri boneka ini menceritakan tentang seorang anak Sekolah Dasar (yang lalu akhirnya setelah bertahun-tahun lamanya bisa mencapai posisi Sekolah Menengah Pertama) bernama Unyil dan petualangannya bersama teman-temannya. Kata “Unyil” berasal dari “mungil” yang berarti “kecil”.

Si Unyil telah menjadi salah satu bagian tak terpisahkan dari budaya populer di Indonesia, dan banyak orang tidak dapat melupakan berbagai unsur seri ini, mulai dari lagu temanya yang dimulai dengan kata-kata “Hom-pim-pah alaiyum gambreng!” sampai tokoh-tokoh seperti Pak Raden dan Pak Ogah dan kalimat seperti “Cepek dulu dong!”

Saat ini boneka-boneka si Unyil telah menjadi koleksi Museum Wayang di Jakarta.

Sekuel

Film ini pernah dicoba diangkat lagi oleh PPFN dengan bantuan Helmy Yahya pada tahun 2001, dengan meninggalkan atribut lama dan memakai atribut baru agar sesuai dengan zamannya, akan tetapi usaha itu gagal.

Pada tahun 2007, acara ini dihidupkan lagi dengan nama Laptop Si Unyil, digawangi oleh Trans7. Karakter, lagu pembuka, dan cerita tetap dipertahankan, kecuali beberapa yang diperbaharui seiring zaman. Seperti ucapan Pak Ogah, yang dulu “Cepek dulu dong” kini jadi “Gopek dulu dong”; dan Unyil didampingi temannya membahas hal-hal pendidikan dengan laptop yang dimiliki teman si Unyil.

Tokoh

Unyil, Ucrit, dan Usro

Ketiga karakter ini merupakan karakter utama dalam film Si Unyil

Pak Raden

ia memiliki karakter jawa yang kental. Kain beskap berwarna hitam lengkap dengan blangkon dan tongkat dengan pegangan mirip gagang payung dan disertai dengan kumis tebal yang melintang merupakan ciri khas Pak Raden. Segala sesuatu yang dikerjakan selalu mengacu pada primbon kesayangan nya. Selalu berusaha menghindar bila ada kerjabakti di desa Sukamaju dengan alasan penyakit encoknya kambuh.

Tokoh Pak Raden ini juga memiliki sifat yang pelit terhadap tetangganya, sehingga seringkali buah mangganya dicuri oleh Pak Ogah. Seperti halnya kebanyakan tokoh yang memiliki darah biru, Pak Raden juga memelihara burung perkutut serta memiliki bakat seni lukis yang mumpuni. Pak Raden juga mempunyai tawa khas yang menggelegar. Selain itu pula sifat jelek Pak Raden adalah cepat naik darah alias pemarah.

Pak Ogah

Ia dikenal sebagai seorang tunakarya yang kepalanya gundul dan kerjanya sehari-hari adalah duduk di pos ronda dan meminta uang dari orang-orang yang lewat.

Dua kalimat Pak Ogah yang paling terkenal adalah, “Ogah, aah” dan “Cepek dulu dong.” Ogah adalah bahasa sehari-hari untuk mengatakan “tidak”, biasanya karena kemalasan. Misalnya apabila seseorang diajak temannya untuk pergi ke suatu tempat, tetapi ia ingin tinggal di rumah, ia dapat berkata, “Ogah, aah.” Perlu diperhatikan bahwa kata “ogah” ini memiliki konotasi kurang sopan bila digunakan kepada orang yang lebih tua atau lebih tinggi status sosialnya.

“Cepek” sebenarnya berarti seratus, diserap dari dialek Hokkian dan dalam hal ini adalah satu keping uang logam seratus Rupiah. Pak Ogah dalam film seri biasanya hanya mengijinkan orang lewat di depan pos rondanya bila mereka memberinya seratus rupiah atau cepek terlebih dahulu.

Karena ketenaran seri Si Unyil, kata Pak Ogah kemudian memasuki wahana populer dan menjadi istilah umum untuk menyebut semua tunakarya yang lebih senang bermalas-malasan atau melakukan pekerjaan ringan. Misalnya di perempatan jalan yang sibuk, sering kali karena satu alasan atau yang lain tidak ada petugas polisi yang mengatur lalu-lintas, seseorang yang bukan petugas polisi namun kemudian mengatur arus kendaraan dan meminta uang sebagai imbalan sering disebut “Pak Ogah”.

Tokoh-tokoh lain

  • Kinoy Adik dari Unyil
  • Meilani Teman bermain Unyil dan kawan-kawannya. Meilaini melambangkan salah satu tokoh keturunan Tionghoa yang berasimilasi dalam masyrakat Indonesia.
  • Tina
  • Bun Bun Adik dari Meilani
  • Pak Ableh Teman Pak Ogah yang tinggal bersama di Pos Siskamling
  • Cuplis Teman bermain Unyil dan kawan-kawannya. Potongan rambutnya yang gundul membuatnya terlihat berbeda dengan teman-temannya
  • Pak Lurah dan Pak Hansip
  • Endut Teman bermain Unyil dan kawan-kawannya. Endut pada kesehariannya lebih dekat dan bermain dengan Cuplis akan tetapi selalu berseteru dengan Unyil dan kawan-kawan..
  • Mbok Bariah Tokoh Madura di kampung Unyil yang berjualan rujak.
  • Ayah dan Ibu Unyil
  • Bu Raden
  • Orang Gila
  • Bibi Cerewet
  • Jontor alias Joni Keponakan Bibi Cerewet yang bergaya ibukota lengkap dengan kacamata hitam dan walkman di telinganya
  • Tina alias Tineke Keponakan Pak Raden

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Si_Unyil


  • 0

Berdirinya Pakta Pertahanan Atlantik Utara

Category : Artikel

Pakta Pertahanan Atlantik Utara

Bendera Pakta Pertahanan Atlantik Utara

Negara-negara anggota NATO ditampilkan dengan warna biru.

Tanggal pembentukan 4 April 1949
Jenis Persekutuan Militer
Kantor pusat Brussels, Belgia
Jumlah anggota 28 negara
Bahasa resmi Inggris
Perancis
Sekretaris Jenderal Anders Fogh Rasmussen
Ketua Komisi Militer Giampaolo Di Paola
Situs web nato.int

Pakta Pertahanan Atlantik Utara (bahasa Inggris: North Atlantic Treaty Organization atau NATO; bahasa Perancis: l’Organisation du Traité de l’Atlantique Nord atau OTAN) adalah sebuah organisasi internasional untuk keamanan bersama yang didirikan pada tahun 1949, sebagai bentuk dukungan terhadap Persetujuan Atlantik Utara yang ditanda tangani di Washington, DC pada 4 April 1949.

Pasal utama persetujuan tersebut adalah Pasal V, yang berisi:

Para anggota setuju bahwa sebuah serangan bersenjata terhadap salah satu atau lebih dari mereka di Eropa maupun di Amerika Utara akan dianggap sebagai serangan terhadap semua anggota. Selanjutnya mereka setuju bahwa, jika serangan bersenjata seperti itu terjadi, setiap anggota, dalam menggunakan hak untuk mepertahankan diri secara pribadi maupun bersama-sama seperti yang tertuang dalam Pasal ke-51 dari Piagam PBB, akan membantu anggota yang diserang jika penggunaan kekuatan semacam itu, baik sendiri maupun bersama-sama, dirasakan perlu, termasuk penggunaan pasukan bersenjata, untuk mengembalikan dan menjaga keamanan wilayah Atlantik Utara.

Pasal ini diberlakukan agar jika sebuah anggota Pakta Warsawa melancarkan serangan terhadap para sekutu Eropa dari PBB, hal tersebut akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota (termasuk Amerika Serikat sendiri), yang mempunyai kekuatan militer terbesar dalam persekutuan tersebut dan dengan itu dapat memberikan aksi pembalasan yang paling besar. Tetapi kekhawatiran terhadap kemungkinan serangan dari Eropa Barat ternyata tidak menjadi kenyataan. Pasal tersebut baru mulai digunakan untuk pertama kalinya dalam sejarah pada 12 September 2001, sebagai tindak balasan terhadap peristiwa serangan teroris 11 September 2001 terhadap AS yang terjadi sehari sebelumnya.

  • 1 Negara anggota
    • 1Anggota pendiri (1949)
    • 2Negara-negara yang bergabung pada masa Perang Dingin
    • 3Negara-negara mantan anggota Blok Timur yang bergabung setelah Perang Dingin

Negara anggota

Peta negara-negara anggota NATO.

Anggota pendiri (1949)

  •  Amerika Serikat
  •  Belanda
  •  Belgia
  •  Britania Raya
  •  Denmark
  •  Islandia
  •  Italia
  •  Kanada
  •  Luksemburg
  •  Norwegia
  •  Perancis
  •  Portugal

Perkembangan NATO di Eropa

Negara-negara yang bergabung pada masa Perang Dingin

  •  Yunani (1952)
  •  Turki (1952)
  • Jerman (1955 sebagai Jerman Barat)
  •  Spanyol (1982)

Negara-negara mantan anggota Blok Timur yang bergabung setelah Perang Dingin

  •  →   Jerman Timur (1990)
  •  Ceko (1999)
  •  Polandia (1999)
  •  Hungaria (1999)
  •  Bulgaria (2004)
  •  Estonia (2004)
  •  Latvia (2004)
  •  Lituania (2004)
  •  Rumania (2004)
  •  Slowakia (2004)
  •  Slovenia (2004)
  •  Albania (1 April 2009)
  •  Kroasia (1 April 2009)

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Pakta_Pertahanan_Atlantik_Utara


  • 0

Penemuan Telepon Genggam

Category : Artikel

Dijaman yang serba canggih ini telepon selular atau handphone (yang kita kenal saat ini) pertama kali hadir tanggal 3 April 1873 di New York. Saat itu ponsel yang dibuat Motorola masih berupa Prototipe dan di uji coba oleh Martin Copper disekitar jalan didaerah New York. Saat itu, Cooper yang berusia 44 tahun dipandang aneh oleh orang-prang yang melihatnya sepanjang jalan. “Waktu itu semua orang memperhatikan ketika aku berjalan menyusuri jalan sambil berbicara di telepon, Bahkan ada orang yang berhenti bergerak dan hanya memandangi saya”

Pengguna Handphone Pertama di Dunia

Panggilan telepon menggunakan handphone pertama kali adalah menelepon Dr Joel S Engel, seorang pesaing yang bekerja sebagai Kepala penelitian di Bell Labs Phone Company, dan Cooper mengatakan kepada Engel kalau dunia ini sudah ada telepon pertama yang tidak membutuhkan kabel dan Cooper yang membuatnya. Kemudian Cooper mengundang wartawan untuk jumpa pers dan mendemonstrasikan di depan para wartawan untuk membuktikan kalau teknologi komunikasi pada saat itu benar-benar sedang berkembang, dan komunikasi wireless bukanlah tipuan.

Sejak Motorola merilis ponsel pertama tersebut, terjadi perkembangan yang luar biasa pada industri telepon selular, yakni dengan bermunculannya ponsel dengan ukuran yang lebih kecil. Motorola mulai memasarkan ponsel pertamanya pada tahun 1983 dengan nama Motorola Dyna-TAC dengan bobot sebesar 0,4 kilogram dan harganya US$ 3.500.

 

Telepon genggam atau handphone atau Telepon seluler adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional saluran tetap, namun dapat dibawa ke mana-mana (portabel, mobile) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel; wireless). Saat ini Indonesia mempunyai dua jaringan telepon nirkabel yaitu sistem GSM (Global System for Mobile Telecommunications) dan sistem CDMA (Code Division Multiple Access). Badan yang mengatur telekomunikasi seluler Indonesia adalah Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI).

Sejarah

Penemu sistem telepon genggam yang pertama adalah Martin Cooper, seorang pekerja di pabrikan Motorola pada tanggal 03 April 1973, walaupun sering disebut-sebut penemu telepon genggam adalah sebuah tim dari salah satu divisi Motorola (divisi tempat Cooper bekerja) dengan model pertama adalah DynaTAC. Ide yang dicetuskan oleh Cooper adalah sebuah alat komunikasi yang kecil dan mudah dibawa bepergian secara fleksibel.

Cooper bersama timnya menghadapi tantangan bagaimana memasukkan semua material elektronik ke dalam alat yang berukuran kecil tersebut untuk pertama kalinya. Akhirnya sebuah handphone pertama berhasil diselesaikan dengan total bobot seberat dua kilogram. Untuk membuatnya,  Pabrikan Motorola membutuhkan biaya kurang lebih US$1 juta. “Pada tahun 1983, telepon genggam portabel berharga US$4 ribu (Rp36 juta) setara dengan US$10 ribu (Rp90 juta).

Setelah berhasil memproduksi telepon genggam, tantangan terbesar berikutnya adalah mengadaptasi infrastruktur untuk mendukung sistem komunikasi telepon genggam tersebut dengan menciptakan sistem jaringan yang hanya membutuhkan 3 MHz spektrum, setara dengan lima channel TV yang tersalur ke seluruh dunia.

Tokoh lain yang diketahui sangat berjasa dalam dunia komunikasi selular adalah Amos Joel Jr yang lahir di Philadelphia, 12 Maret 1918, ia memang diakui dunia sebagai pakar dalam bidang switching. Ia mendapat ijazah bachelor (1940) dan master (1942) dalam teknik elektronik dari MIT. Tidak lama setelah studi, ia memulai kariernya selama 43 tahun (dari Juli 1940-Maret 1983) di Bell Telephone Laboratories, tempat ia menerima lebih dari 70 paten Amerika di bidang telekomunikasi, khususnya di bidang switching. Amos E Joel Jr, membuat sistem penyambung (switching) ponsel dari satu wilayah sel ke wilayah sel yang lain. Switching ini harus bekerja ketika pengguna ponsel bergerak atau berpindah dari satu sel ke sel lain sehingga pembicaraan tidak terputus. Karena penemuan Amos Joel inilah penggunaan ponsel menjadi nyaman.

 

Perkembangan

  • Generasi awal

Sejarah penemuan telepon seluler tidak lepas dari perkembangan radio. Awal penemuan telepon seluler dimulai pada tahun 1921 ketika Departemen Kepolisian Detroit Michigan mencoba menggunakan telepon mobil satu arah. Kemudian, pada tahun 1928 Kepolisian Detroit mulai menggunakan radio komunikasi satu arah pada semua mobil patroli dengan frekuensi 2MHz.

Pada perkembangan selanjutnya, radio komunikasi berkembang menjadi dua arah dengan ‘’frequency modulated ‘’(FM).

Tahun 1940, Galvin Manufactory Corporation (sekarang Motorola)mengembangkan portable Handie-talkie SCR536, yang berarti sebuah alat komunikasi di medan perang saat perang dunia II. Masa ini merupakan generasi 0 telepon seluler atau 0-G, dimana telepon seluler mulai diperkenalkan.

Setelah mengeluarkan SCR536,kemudian pada tahun 1943 Galvin Manufactory Corporation mengeluarkan kembali partable FM radio dua arah pertama yang diberi nama SCR300 dengan model backpack untuk tentara U.S. Alat ini memiliki berat sekitar 35 pon dan dapat bekerja secara efektif dalam jarak operasi 10 sampai 20 mil.

Sistem telepon seluler 0-G masih menggunakan sebuah sistem radio VHF untuk menghubungkan telepon secara langsung pada PSTNlandline. Kelemahan sistem ini adalah masalah pada jaringan kongesti yang kemudian memunculkan usaha-usaha untuk mengganti sistem ini.

Generasi 0 diakhiri dengan penemuan konsep modern oleh insinyur-insinyur dari Bell Labs pada tahun 1947. Mereka menemukan konsep penggunaan telepon hexagonal sebagai dasar telepon seluler. Namun, konsep ini baru dikembangkan pada 1960-an.

  • Generasi 1

Telepon genggam generasi pertama disebut juga 1G. 1-G merupakan telepon genggam pertama yang sebenarnya. Tahun 1973, Martin Cooper dari Motorola Corp menemukan telepon seluler pertama dan diperkenalkan kepada public pada 3 April 1973. Telepon seluler yang ditemukan oleh Cooper memiliki berat 30 ons atau sekitar 800 gram. Penemuan inilah yang telah mengubah dunia selamanya. Teknologi yang digunakan 1-G masih bersifat analog dan dikenal dengan istilah AMPS. AMPS menggunakan frekuensi antara 825 Mhz- 894 Mhz dan dioperasikan pada Band800 Mhz. Karena bersifat analog, maka sistem yang digunakan masih bersifat regional. Salah satu kekurangan generasi 1-G adalah karena ukurannya yang terlalu besar untuk dipegang oleh tangan. Ukuran yang besar ini dikarenakan keperluan tenaga dan performa baterai yang kurang baik. Selain itu generasi 1-G masih memiliki masalah dengan mobilitas pengguna. Pada saat melakukan panggilan, mobilitas pengguna terbatas pada jangkauan area telpon genggam.

  • Generasi 2

Generasi kedua atau 2-G muncul pada sekitar tahun 1990-an. 2G di Amerika sudah menggunakan teknologi CDMA, sedangkan di Eropa menggunakan teknologi GSM. GSM menggunakan frekuensi standar 900 Mhz dan frekuensi 1800 Mhz. Dengan frekuensi tersebut, GSM memiliki kapasitas pelanggan yang lebih besar. Pada generasi 2G sinyal analog sudah diganti dengan sinyal digital. Penggunaan sinyal digital memperlengkapi telepon genggam dengan pesan suara, panggilan tunggu, dan SMS.

Telepon seluler pada generasi ini juga memiliki ukuran yang lebih kecil dan lebih ringan karena penggunaan teknologi chip digital. Ukuran yang lebih kecil juga dikarenakan kebutuhan tenaga baterai yang lebih kecil. Keunggulan dari generasi 2G adalah ukuran dan berat yang lebih kecil serta sinyal radio yang lebih rendah, sehingga mengurangi efek radiasi yang membahayakan pengguna.

  • Generasi 3

Generasi ini disebut juga 3G yang memungkinkan operator jaringan untuk memberi pengguna mereka jangkauan yang lebih luas, termasuk internet sebaik video call berteknologi tinggi. Dalam 3G terdapat 3 standar untuk dunia telekomunikasi yaitu Enhance Datarates for GSM Evolution (EDGE), Wideband-CDMA, dan CDMA 2000. Kelemahan dari generasi 3G ini adalah biaya yang relatif lebih tinggi, dan kurangnya cakupan jaringan karena masih barunya teknologi ini. Tapi yang menarik pada generasi ini adalah mulai dimasukkannya sistem operasi pada ponsel sehingga membuat fitur ponsel semakin lengkap bahkan mendekati fungsi PC. Sistem operasi yang digunakan antara lain Symbian, Android dan Windows Mobile

  • Generasi 4

Generasi ini disebut juga Fourth Generation (4G). 4G merupakan sistem ponsel yang menawarkan pendekatan baru dan solusi infrastruktur yang mengintegrasikan teknologi nirkabel yang telah ada termasuk wireless broadband (WiBro), 802.16e, CDMA, wireless LAN, Bluetooth, dan lain-lain. Sistem 4G berdasarkan heterogenitas jaringan IP yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan beragam sistem kapan saja dan di mana saja. 4G juga memberikan penggunanya kecepatan tinggi, volume tinggi, kualitas baik, jangkauan global, dan fleksibilitas untuk menjelajahi berbagai teknologi berbeda. Terakhir, 4G memberikan pelayanan pengiriman data cepat untuk mengakomodasi berbagai aplikasi multimedia seperti, video conferencing,online game, dan lain-lain.

Sumber:http://teknologi-mu.blogspot.co.id/2012/09/sejarah-handphone-dan-perkembangannya.html, http://refliamnur.blogspot.co.id/2015/04/sejarah-penemuan-handphone-yang-perlu.html

 


  • 0

Hari Kesadaran Autisme Sedunia

Category : Artikel

Hari Kesadaran Autisme Sedunia (bahasa Inggris: World Autism Awareness Day) telah diselenggarakan setiap tahun sejak 9 September 1989. Penetapan hari ini berdasarkan Resolusi Majelis Umum PBB “62/139. World Autism Awareness Day” yang ditetapkan pada 18 Desember 2007, berdasarkan usulan Perwakilan Negara Qatar, dan didukung oleh semua negara anggota

Komponen utama

Resolusi Hari Kesadaran Autisme Sedunia (World Autism Awareness Day, disingkat WAAD) memiliki empat komponen utama:

  • Penetapan 2 April sebagai WAAD
  • Partisipasi organisasi-organisasi PBB, negara-negara anggota, LSM dan semua organisasi swasta & masyarakat untuk WAAD
  • Meningkatkan kesadaran autisme pada semua tingkatan dalam masyarakat
  • Sekretaris Jenderal PBB harus menyampaikan pesan ini kepada negara-negara anggota dan semua lembaga PBB lainnya.

Istilah/kata autism pertama kali digunakan oleh seorang psikiater Swiss yang bernama Eugene Bleuler, yang pada tahun 1908-1911 mengamati adanya suatu ciri tertentu pada penderita skizofrenia dewasa yang ia sebut sebagai autism yang berasal dari kata bahasa Yunani yaitu autos yang berarti sendiri, yang merupakan suatu istilah yang mencirikan bahwa seseorang menarik diri dari interaksi sosial dengan lingkungannya sehingga mereka seolah-olah hidup di dunia sendiri.

Gangguan kejiwaan berupa skizofrenia hanya terjadi/timbul pada orang dewasa atau remaja saja. Namun pada tahun 1938-1943, Leo Kanner di Universitas John Hopkins (Amerika Serikat) memperhatikan adanya ciri autism pada 11 orang anak yang tidak bisa melakukan kontak dengan orang di sekitarnya bahkan sejak usia 1 tahun, sehingga disebut sebagai infantile-autism (autisme infantil). Oleh karena itulah, sejak tahun 1940an sampai dengan tahun 1960an autisme disalah-sangkakan sebagai gangguan/masalah/kelainan jiwa yang terjadi pada masa kanak-kanak. Sehingga dengan demikian juga asal-muasal dulunya autisme ditangani oleh dokter spesialis jiwa. Maka penanganannyapun saat itu seperti juga penanganan terhadap penderita kelainan jiwa saat itu, seperti misalnya dirawat di rumah sakit jiwa dengan terapi kejut listrik, dlsb. Oleh karena sekarang diketahui bahwa autisme adalah merupakan gangguan perkembangan, maka yang lebih tepat autisme ditangani oleh dokter spesialis anak.

Pada tahun 1944, Asperger seorang ilmuwan Jerman juga mengidentifikasi kondisi seperti yang digambarkan oleh Kanner namun dalam bentuk yang lebih ringan, yang sekarang dikenal sebagai sindrom Asperger. Dulu Asperger memberi istilah autistic psychopathy. Pada tahun 1944, Bruno Bettleheim mengajukan teori refrigerator mother, yaitu seorang anak menjadi autistik oleh karena dalam awal masa kehidupannya tidak mendapat cukup stimuli dari ibunya yang tidak responsif terhadap anak mereka.

Sejak tahun 1980an sampai tahun 1990, dilakukan sangat banyak penelitian terhadap penyebab, prognosis dan terapi autisme. Dari penelitian diperkirakan bahwa autisme merupakan penyakit yang disebabkan oleh gangguan/kerusakan pada gen, yang menyebabkan masalah otoimun ataupun penyakit degeneratif pada sel-sel saraf di otak.

Buku Diagnostics and Statistics Manual of Mental Disorder (DSM) merupakan standar diagnosis autisme di Amerika Serikat. Pada edisi pertama (DSM-I) yang terbit pada tahun 1952, walau autisme sebenarnya sudah diketahui sebagai kondisi yang unik pada tahun 1943, namun tidak dicantumkan sebagai kelainan tersendiri pada DSM-I ini, melainkan dikategorikan ke dalam jenis reaksi skizofrenik pada masa kanak-kanak (schizophrenic reaction, childhood type).

Pada DSM-II yang terbit tahun 1968, autisme juga masih dikategorikan sama seperti pada DSM-I tersebut. Barulah pada DSM-III yang terbit pada tahun 1980, autisme diletakkan dalam kategori diagnostik yang tersendiri, namun masih disebut sebagai infantile autism. Kemudian disadari bahwa autisme ini bukan merupakan kelainan jiwa (skizofren) yang terjadi pada masa kanak-kanak, sehingga pada tahun 1987 kata infantile dihilangkan, dan diganti menjadi autistic disorder. DSM-IV yang diterbitkan pada tahun 1994 menambahkan kategori PDD (Pervasive Developmentel Disorder) dan beberapa subtipenya, yang sekarang dikenal sebagai ASD (Autistic Spectrum Disorder). Sebagai tambahan pada autistic disorder, diagnosis mungkin juga dikategorikan pada Aspreger’s Disorder, Rett’s Disorder, Childhood Disintegrative Disorder, and Pervasive Developmental Disorder Not Otherwise Specified (PDD-NOS). DSM-V sudah diterbitkan pada tahun Mei 2013.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Kesadaran_Autisme_Sedunia,

www.kompasiana.com/lizarudy/sejarah-autisme_552e0e296ea834402a8b4589


  • 0

Hari Filateli Indonesia

Category : Artikel

Tanggal 29 Maret diperingati sebagai Hari Filateli Indonesia. Peringatan Hari Filateli Indonesia berawal dari para kolektor perangko pada tanggal 29 Maret 1922 berkumpul di Batavia yang sekarang di sebut Jakarta mendirikan klub filateli dengan nama “Postzegelverzamelaars Club Batavia”. Perkumpulan ini menjadi wadah gerakan terorganisasi secara nasional di wujudkan dalam pembentukan “Nederlandsch Indische Vereeniging van Postzegel Verzamelaars” tanggal 15 Agustus 1940 sebagai lanjutan “Postzegelverzamelaar Club Batavia” dan berkedudukan di Jakarta.

Sesudah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia nama perkumpulan diubah menjadi “Algemene Vereeniging Voor Philatelisten In Indonesia” pada tahun 1953 menjadi Perkumpulan Umum Philateli Indonesia. Tahun 1965 menjadi Perkumpulan Philatelis Indonesia (PPI) dan akhirnya dalam tahun 1985 menjadi Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI).

Kata “filateli” berasal dari bahasa Inggris philately yang berasal dari bahasa Perancis “philatélie”, yang diciptakan oleh filatelis Georges Herpin pada tahun 1864. Ia menciptakan istilah baru tersebut untuk menggantikan kata timbromanie yang sempat digunakan selama beberapa tahun, namun kurang disukai. Ia menggabungkan akar kata bahasa Yunani φιλ(ο)- phil(o)-, berarti “suka”, dan ἀτέλεια ateleia, berarti “tidak membayar kewajiban dan pajak” membentuk kata “filateli”. Pada zaman itu, penggunaan perangko berarti penerima surat tidak dibebani biaya lagi, karena sudah dibayarkan oleh pengirim; sebelumnya, penerima suratlah yang harus membayar biaya pengiriman surat.

Filateli adalah aktivitas atau hobi mengumpulkan prangko dan benda-benda pos lainnya seperti Sampul Hari Pertama. Pengumpulan benda-benda pos itu kebanyakan mengutamakan edisi lama, meski edisi baru juga ikut dikumpulkan. Semakin tua usia benda pos tersebut, maka harganya semakin tinggi. Di Indonesia, kegiatan Filateli mendapat dukungan dari PT Pos Indonesia. Di setiap kantor pos besar terdapat loket atau ruang filateli.

Filatelis adalah Pengumpul Benda Filateli. Kata ini sebenarnya salah kaprah, karena yang disebut Filatelis adalah seorang spesialis, yang sangat mendalami satu bidang di dunia filateli saja. Misalnya hanya mendalami koleksi filateli bertema Palang Merah saja yang terbit di Indonesia saja. Jadi sebenarnya para pengumpul prangko cukup menyebut dirinya sebagai Stamps Collector atau Pengumpul Prangko. Tapi karena terlalu panjang sering menyingkat dan menyebut dirinya Filatelis.

Filateli selalu identik dengan kegiatan pengumpulan prangko untuk koleksi. Padahal filateli itu tak cuma kegiatan atau hobi mengumpulkan prangko semata tetapi juga meliputi seluruh benda-benda pos selain prangko, seperti kartu pos, souvenir sheet (carik kenangan), Sampul Hari Pertama/SHP (first day cover), International Reply Coupon (IRC), sampul surat, sampul peringatan, dan materai. Walau materai tadinya tak termasuk sebagai benda filateli meskipun dijual atau diterbitkan oleh dinas pos, namun organisasi filatelis sedunia dan se-Asia sudah membuka topik Revenue Stamps, sehingga berbagai bentuk penerimaan negara, seperti meterai, cukai, retribusi, dan sebagainya, bisa dimasukkan sebagai bahan koleksi. Bagi orang-orang yang masih awam di dunia filateli maupun yang pemula tentu masih bingung dengan nama-nama benda pos selain prangko yang disebutkan tadi. Tentu tak banyak yang paham tentang souvenir sheet, mini sheet, full sheet, sampul hari pertama, dan sampul peringatan. Ketiga benda pos ini merupakan benda-benda filateli yang paling suka dikoleksi oleh para filatelis (kolektor prangko) selain prangko. Souvenir sheet atau carik kenangan merupakan sehelai atau lembar kertas yang memuat prangko di dalamnya. Ukuran lembar kertas ini lebih besar dari prangkonya, tepinya tidak bergerigi. Jadi, pada hakikatnya souvenir sheet itu adalah prangko juga, dengan tambahan lembaran kertas di sekelilingnya. Seperti halnya prangko, souvenir sheet juga dapat dipergunakan untuk pemrangkoan, namun lebih ditujukan untuk koleksi filatelis.

Souvenir sheet sering pula dikenal sebagai mini sheet atau miniature sheet. Namun, tak semua sependapat kalau souvenir sheet itu disamakan dengan mini sheet. Di lapak-lapak penjualan benda-benda filateli, souvenir sheet dan mini sheet selalu ditempatkan dalam kategori masing-masing, kategori souvenir sheet atau mini sheet. Mini sheet dapat disebut sebagai kelompok kecil dari seri perangko yang masih menempel pada lembar di mana mereka dicetak. Di samping mini sheet terdapat pula full sheet. Full sheet ini merupakan lembar kertas yang memuat semua seri perangko yang diterbitkan dalam satu waktu. Jadi, full sheet dapat disebut sebagai edisi lengkap dari mini sheet yang cuma memuat beberapa perangko dari satu seri saja.

Contoh Mini Sheet (Sumber: Pos Indonesia)

Contoh Full Sheet (Sumber: Pos Indonesia)

Selain souvenir sheet, mini sheet, dan full sheet, benda pos yang paling banyak diburu kolektor perangko adalah Sampul Hari Pertama (SHP) atau disebut juga First Day Cover (FDC). SHP merupakan sampul yang diterbitkan secara resmi oleh pihak pos bertepatan dengan hari pertama penerbitan suatu (seri) prangko. Dalam sampul yang memuat seri prangko tersebut terdapat pula suatu cap khusus hari pertama yang dikeluarkan oleh pos. Apabila suatu sampul tak memenuhi persyaratan untuk sebuah SHP maka sampul tersebut tidak bisa disebut sebagai SHP, tetapi dapat disebut sebagai Sampul Khusus (SK). Contoh SK ini antara lain Sampul Peringatan (SP).

Contoh Sampul Hari Pertama (Sumber: Pos Indonesia)

Sampul Peringatan adalah sampul yang khusus dibuat untuk menandai atau memperingati suatu peristiwa yang dianggap penting. Dalam sampul peringatan terdapat pula suatu cap khusus peringatan dari peristiwa tersebut, namun bukan cap hari pertama penerbitan prangko seperti halnya SHP. Sampul peringatan tak hanya dibuat oleh pos, tapi juga bisa dibuat oleh siapa saja, seperti perorangan maupun perkumpulan. Sampul peringatan disertai juga dengan prangko namun bukan prangko baru untuk memperingati peristiwa tersebut, tapi prangko lama atau prangko biasa yang dicap dengan cap khusus tadi. Contoh Sampul Peringatan antara lain Sampul Peringatan 50 tahun Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) dan Sampul Peringatan Pameran Filateli Nasional Betawi 2012. Jadi, Sampul Peringatan itu dapat pula berupa Sampul Pameran.

Contoh Sampul Peringatan (Sumber: Pos Indonesia)

Selain souvenir sheet, mini sheet maupun full sheet, SHP, dan SP tadi, benda pos yang sering dikoleksi adalah kartupos berterakan prangko, carnet atau karnet, maximum card,  booklet prangko atau buku prangko, berbagai macam kemasan prangko dan merchandise, serta tak ketinggalan pula IRC (International Reply Coupon). Di antara benda-benda pos tersebut yang masih terdengar asing di telinga non filatelis adalah maximum card, booklet prangko, carnet (karnet), dan IRC.  Maximum card adalah kartupos bergambar yang memuat lukisan atau gambar yang bertema sesuai dengan seri prangko yang baru terbit. Maximum card ini juga ditempeli prangko dan diberi cap khusus.

Contoh Maximum Card (Sumber: Pos Indonesia)

Booklet prangko adalah semacam buku kecil yang lembaran dalamnya memuat beberapa prangko. Dalam booklet ini terdapat pula informasi yang berisi tentang spesifikasi prangko, tujuan diterbitkannya prangko, dan beberapa informasi yang berkaitan dengan prangko yang diterbitkan tersebut. Contoh booklet prangko yang pernah diterbitkan antara lain Booklet Prangko 100 tahun Bung Karno. Dalam booklet ini informasi tentang Soekarno pun disertakan seperti biografi singkat hingga perannya dalam sejarah Indonesia, termasuk beberapa foto Sang Proklamator.

Jenis benda filateli lain yang tak banyak diketahui oleh orang awam adalah karnet atau carnet. Bagi seorang filatelis benda pos ini sudah tak asing lagi. Apa itu karnet? Karnet merupakan kertas tebal, berbentuk lipatan yang pada bagian dalamnya ditempeli prangko terbitan baru yang telah dibubuhi cap Hari Terbit Pertama sedangkan bagian luarnya memuat tulisan atau gambar yang sesuai dengan prangko tersebut. Menurut info yang saya dapat dari Wikipedia, selama ini hanya beberapa kali karnet diterbitkan yaitu karnet yang diterbitkan dalam rangka Hari Bahari, Expo ’86 (Pameran Dunia) Vancouver (Kanada), dan Pameran Internasional Filateli Asia ke 6 INDOPEX ’93 di Surabaya.

Contoh halaman karnet yang memperingati 400 tahun pos Polandia.(Sumber: stampspoland.nl

Terakhir, benda pos yang tak begitu dikenal oleh orang banyak adalah IRC. IRC atau Kupon Balasan Internasional diterbitkan oleh UPU (Union Postale Universalle) yang berkedudukan di Swiss, Geneva. IRC berbentuk kupon biasa, dari kertas yang berukuran sekitar 100mm X 70 mm. Si penerima IRC dapat menukarkan dengan prangko yang berlaku di negaranya dan dapat menggunakannya untuk mengirimkan surat jawaban kepada si pengirim surat.

Benda-benda pos memang menarik untuk dikoleksi, selain bernilai seni harganya pun bisa melangit, terutama untuk benda-benda pos yang langka. Apalagi kalau terdapat tanda tangan orang ternama dalam benda pos seperti Sampul Hari Pertama dan Sampul Peringatan, tentu harganya makin melangit pula. Jadi, kegiatan pengumpulan benda pos seperti prangko tak hanya sekadar hobi tapi juga bernilai investasi yang tinggi.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Filateli, http://koranmakassaronline.com/v2/29-maret-1922-hari-filateli-indonesia-mulai-di-peringati/, http://www.kompasiana.com/abdinst/filateli-itu-tak-cuma-prangko_550eaf78813311bb2dbc639d


  • 0

Operasi Face Off  Pertama di Indonesia

Category : Artikel

Transplantasi wajah adalah suatu proses transplantasi kulit untuk menggantikan kulit wajah pasien dengan kulit donor atau kulit pasien itu sendiri. Transplantasi wajah ditujukan bagi mereka yang mengalami kerusakan kulit wajah dikarenakan kebakaran, penyakit, trauma atau cacat lahir. Transplantasi wajah pertama kali di dunia dilakukan pada 1994 terhadap Sandeep Kaur, seorang anak yang berusia sembilan tahun yang wajahnya rusak karena rambutnya terhisap ke dalam mesin pemisah rumput. Dokter yang melakukan transplantasi terhadap Sandeep Kaur adalah Abraham Thomas, salah satu dokter bedah terkenal India.

Di Indonesia, transplantasi wajah yang pertama dilakukan pada 28 Maret 2006 terhadap pasien bernama Siti Nur Jazilah (22) yang mengalami kerusakan wajah karena disiram air keras. Tim dokter yang melakukan operasi bedah ini adalah tim dokter dari Rumah Sakit Umum Dr. Soetomo, Surabaya. Tim dokter yang diketuai dr. Moh Saifuddin Noor, beranggotakan 42 dokter. Mereka melakukan operasi selama 42 jam.

Setelah menjalani operasi wajah selama 17 kali, akhirnya Siti Nur Jazilah alias Lisa (29), warga asal Turen, Kab Malang, Jawa Timur, dilepas oleh tim dokter RSUD dr Soetomo Surabaya, Rabu siang (5/4/2014).

Lisa merupakan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terjadi sekitar tujuh tahun silam. Wajah Lisa disiram dengan air keras oleh suaminya, Mulyono, pada Maret 2006. Akibatnya, seluruh wajah Lisa melepuh dan harus menjalani 17 operasi wajah secara total atau face off.
Selanjutnya, pada 28 Maret 2006, seluruh wajah Lisa diganti dengan kulit punggungnya selebar 32 sampai 40 centimeter, yang kemudian disambung dengan pembuluh darah depan.
Tanggal 27 April 2006, tim dokter memperbaiki kelopak mata, merapikan luka bekas operasi bibir, garis pipi, leher, pelipis dan punggung. 19 Juli 2006, dilakukan operasi pelebaran garis bibir, membuat lubang hidung, dan menipiskan kedua kelopak mata.

9 Oktober 2006, menipiskan dahi, mengoreksi hidung kanan, dan melebarkan sudut mulut. 5 Januari 2007, penipisan kulit wajah bagian pipi, dahi, ujung kelopak mata, serta menghilangkan jaringan parut di wajah. 22 Maret 2007, menipiskan dahi, mata, hidung, dagu dan leher.

Selanjutnya, 20 Juni 2007. Tim dokter melakukan operasi menghilangkan jaringan parut, memperbaiki dahi dan bibir. 27 Agustus 2007, menipiskan pipi kiri dan kanan. 6 November 2007, meniruskan kedua pipi dan pelipis dengan teknik sedot lemak.

15 Januari 2008, membentuk hidung dari tulang rusuk, membuat kelopak mata dan membersihkan jaringan parut di atas dan bawah mulut. 17 April 2008, memperbaiki sudut mulut kanan dan kiri, leher, kelopak mata. 12 Agustus 2008, memperbaiki kelopak mata di bagian kiri dan kanan.

Kemudian pada 7 Januari 2009, menipiskan muka sebelah kanan, menghilangkan keloid di daerah leher, dan memperbaiki daun telinga kanan. 22 Oktober 2009, melebarkan kelopak mata kiri dan kanan dan lubang hidung serta sudut mulut sebelah kanan.

Medio 22 Juni 2010, meninggikan hidung, memperbaiki dagu dan melebarkan hidung kanan. Kemudian 28 Juli 2011, memperbaiki tiga titik di wajah, hidung, bibir dan pipi kanan. Dan operasi terakhir, yaitu yang ke 17 dilakukan pada 27 Febuari 2013. Operasi ini untuk memperbaiki kelopak mata kanan bagian atas, bibir dan sudut pipi.

Ketua Tim Bedah Plastik Face Off, Prof dr Sjaifuddin Noer SpBP-K mengatakan, ke 17 operasi itu dilakukan, karena posisi kulit wajah yang berubah-ubah. “Operasi itu kira-kira dilakukan selama 20 jam. Karena posisinya berubah dalam beberapa posisi. Dan Alhamdulillah, posisi itu berhasil diperbaiki dengan baik,” kata dia saat hendak melepas Lisa untuk kembali bersosialisasi dengan masyarakat.

Setelah menjalani operasi yang ke 17, lanjut dia, Lisa sudah bisa kita lepas kembali ke masyarakat setelah selama tujuh tahun tinggal di ruang khusus di RSUD dr Soetomo. “Tentu dalam proses. Selama satu tahu kita akan melakukan pendampingan. Lisa kita lepas, maksudnya bukan dilepas total, tapi ada pertemuan selama satu minggu sekali,”

 

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Transplantasi_wajah, https://www.merdeka.com/peristiwa/ini-rincian-17-operasi-face-off-di-wajah-lisa.html

 


  • 0

Kelahiran Larry Page

Category : Artikel

Lawrence Page

Lahir 26 Maret 1973 (umur 43)
Lansing, Michigan
Pekerjaan Pendiri dan Chief Executive Officer/CEO Google Inc.
Kekayaan bersih ▼ $15.8 billion USD (2008)
Pasangan Lucinda Southworth

Lawrence Edward “Larry” Page (lahir di LansingMichigan26 Maret 1973; umur 43 tahun) adalah salah satu pendiri dari mesin pencari internet Google bersama Sergey Brin. Sejak 4 April 2011, ia menjabat sebagai Chief Executive Officer/CEO di Google Inc. menggantikan Eric Schmidt.

Awal kehidupan dan pendidikan

Larry Page dilahirkan di LansingMichigan, ayahnya Carl Page dan ibunya, Gloria, adalah seorang profesor Ph.D. di bidang Komputer Sains di Michigan State University.

Page adalah seorang lulusan dari East Lansing High School. Page memperoleh gelar Bachelor of Science dalam teknik komputer dari Universitas Michigan dengan pujian dan seorang lulusan Master dari Universitas Stanford.

Karier

Semua orang yang menggunakan internet pasti mengenal Google. Bisa dibilang, Google adalah akar dari semua situs yang ada di internet, karena kebanyakan orang menggunakan Google sebagai halaman terdepan dalam browser mereka.

Tidak hanya tersohor sebagai search engine, Google juga menguasai banyak produk populer lainnya, seperti Gmail, Youtube, Android, dan lain-lain. Kehebatan Google di industri teknologi ini tidak lepas dari salah satu pendirinya, Larry Page. Berikut adalah sekelumit cerita biografi Larry Page, sang pendiri Google nan fenomenal.

Keahlian Page dalam hal teknologi bisa dibilang sudah mendarah daging dalam keluarganya karena kedua orang tuanya, Carl Vincent Page dan Gloria Page, bekerja di bidang sistem komputer dan programming. Page bercerita kalau rumah di masa kecilnya selalu berantakan dengan komputer-komputer, majalah sains dan teknologi, dan majalah Popular Science yang berserakan. Dimulai dari situlah, Page mulai tertarik untuk mengikuti jejak orang tuanya.

Page menyelesaikan masa kuliahnya di University of Michigan untuk jurusan Ilmu Komputer. Semasa kuliah, ia membuat beberapa inovasi unik seperti menciptakan printer yang terbuat dari susunan Lego, menciptakan konsep transportasi dalam universitas dengan kendaraan yang mirip dengan monorail, dan mengembangkan business plan untuk perusahaan yang menggunakan software untuk menciptakan musik.

Salah satu loncatan terbesar dalam perjalanan Page untuk mendirikan Google datang saat ia berada di Standford University untuk mendapatkan gelar PhD. Page mengangkat sebuah tema yang berhubungan dengan sistem yang ada di World Wide Web. Sang supervisor, mendukung ide ini untuk dikembangkan lebih jauh.

Di tempat itu juga lah, Page bertemu dengan Sergey Brin, kompatriotnya dalam mendirikan Google. Page bekerja sama dengan Brin untuk menyelesaikan tulisannya yang diberi judul “The Anatomy of a Large-Scale Hypertextual Web Search Engine” itu, yang menjadi salah satu dokumen ilmiah mengenai internet yang paling banyak diunduh hingga saat ini.

Berkat kepiawaian Page dalam mengembangkan business plan, kedua pasangan ini berhasil mendapatkan pinjaman sebesar $1 juta dari keluarga dan teman-temannya untuk memulai perusahaan baru yang diberi nama Google dan pindah ke wilayah Mountain View pada tahun 2000. Pada bulan Juni 2000, Google telah mencakup 1 miliar URL dan menjadikannya search engine paling komperhensif untuk saat itu bahkan sampai sekarang.

Karena jasanya yang sangat besar, Page mendapatkan Marconi Prize, sebuah penghargaan bagi tokoh yang berperan besar dalam kemajuan komunikasi. Saat ini Larry Page menjabat sebagai CEO dari Alphabet, yang merupakan perusahaan induk dari Google. Ayah dari 2 anak ini diperkirakan memiliki kekayaan bersih mencapai $38,3 miliar (Rp532 triliun). Itu dia cerita singkat biografi Larry Page dan bagaimana perjalanan panjangnya dalam membangun Google hingga menjadi raksasa penguasa internet sekarang ini.

Menurut Forbes, Page mempunyai perkiraan kekayaan bersih sebesar AS$12,8 miliar, membuatnya orang nomor 27 terkaya di dunia (satu tempat di belakang pendiri lain Google, Sergey Brin). Pada September 2005 dia dan pendiri Google lainnya, Sergey Brin, membeli sebuah pesawat penumpang yang sangat besar, sebuah Boeing 767, untuk penggunaan pribadi mereka.

 

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Larry_Page, http://www.gadgetgaul.com/biografi-larry-page.html


Kategori

Bahasa

English
German
Dutch

Japanese
Arabic